TANDA ZAMAN


TUHAN MENULIS INDAH PADA GARIS-GARIS BENGKOK. Inilah keyakinan yang terus hidup dan membekas dalam diri saya. Betapa banyak peristiwa yang dalamnya Tuhan menuliskan pesan.Tapi, apakah saya sanggup menangkapnya? Apakah ada sedikit waktu saja, dimana saya bisa merefleksikan semuanya ini? Ada keyakinan, dalam setiap peristiwa, Tuhan memberikan pesan. Asalkan saja, ada waktu untuk menemukannya.Tulisan pada wordpress ini adalah ungkapan terdalam dari upaya mencari ‘apa yang Tuhan kehendaki agar kita perbuat’. Blog ini berisi tulisan yang dimuat di aneka media massa di Indonesia sejak tahun 2002. Sayangnya, tidak semua artikel dapat ditemukan. Di Batam Pos ada 20-an artikel tetapi yang masih didapat hanya beberapa. Juga sama halnya dengan Pos Kupang. Hanya ada tiga artikel yang terselamatkan. Yang lainnya, penulis tidak sempat menyimpannya.Tulisan yang masih tersimpan karena gaungnya dan bisa dikutip oleh media lain sehingga terjamin adalah Kompas (jumlah hingga Jumat, 19 Desember  2014 adalah 52 Artikel yang ada, merupakan karya penulis. sejak tahun 2002. Beberapa (6) diantaranya adalah karya dari istriku tercinta: Maria FK Namang. Sesuai dengan latar belakangnya, ia memberikan sumbangan pemikiran tentang Pendidikan. Pada artikel lainnya, istriku adalah pembaca pertama, yang mengkritik artikel saya sebelum dikirim ke redaksi.

Tentang Kompas, sesuai dengan visinya untuk selalu ‘mencerahkan’ pembaca, maka dalam setiap tulisan, penulis selalu berusaha untuk memberi jalan. Mengkritik, bisa diberikan dan dibuat oleh siapa saja. Namun, untuk memberi jalan, adalah hal yang cukup sulit. Inilah tugas yang dibuat.

Tapi, jalan yang ditawarkan, tidak selalu siap pakai. Tetapi sedikit pun yang bisa ditawarkan untuk mencerahkan, saya usahakan. Saya ingat, kata-kata penyair Spanyol Antonio Machado dalam puisinya:

“El caminante, no hay camino. Al andar, se hace al camino. …” (Peziarah, (bila) tidak ada jalan, berjalankah. Karena dengan berjalan, akan terbentuklah jalan), demikian penyair Spanyol Antonio Machado.

Menjadi penulis, tidak bisa terjadi. Ia harus dilewati. Kita harus ‘berjalan’ (menulis), karena hanya dengan menulis (apakah diterima atau tidak), kita dapat menjadi penulis.

Selain itu, tidak sedikit artikel yang tidak sempat dimuat. Ada pelbagai alasan: visi dan misi media massa, tidak aktual, tidak ada tempat. Saya yakin, pemikiran itu mestinya bisa ditampilkan di wordpress (kalau saat itu saya sudah kenal). Untuk tulisan itu, saya tidak bisa menemukannya, kecuali harus mencarinya kembali di internet.

Sumbangan pikiran akan sangat berguna untuk memperbaiki blog ini sehingga menjadi sebuah medium komunikasi antarkita. Salam Sejahtera.

About robert25868

God tells us everyday, but sometimes I don't have time to answer.........
This entry was posted in TANDA ZAMAN. Bookmark the permalink.

39 Responses to TANDA ZAMAN

  1. Mr WordPress says:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  2. Janis says:

    Terimakasih atas penerbitan kumpulan artikel di web. Dengan itu, kita bisa akses lebih mudah. Salam Roy Surabaya

  3. Damian Ria Pay says:

    Salam Pak Robert, tulisan anda di block ini menarik sekali. Dapat memberikan motivasi bagi yang lain untuk berani mulai dan bisa menemukan potensi yang ada dalam diri. Ada saat dimana ide-ide yang terkandung dalam otak harus dituangkan. Ini semua tergantung seberapa dalam dan seberapa jauh orang peduli untuk mengawinkan segala dipelajari, segala dibaca, segala yang dipikirkan dengan ‘tanda-tanda zaman’ agar keresahan tidak tinggal tertutup dan bergema sebatas kandungan nurani pribadi tetapi teraktualisasi dalam tindakan yang tepat dan nyata. Anda adalah salah satu dari sekumpulan mereka yang terpanggil untuk menyerukan arti dari tanda-tanda zaman. Terima kasih, saya sungguh termotivasi dengan perjalanan karirmu, salam dalam Sang Sabda, salam buat istrimu tercinta. Sukses selalu untuk Pak Robert, Proficiat

    • robert25868 says:

      Pastor Damian, terimakasih atas emailnya. Yang saya sharingkan di sini, lebih merupakan ‘rentetan kegagalan’. Saya yakin (karena itu pengalaman sendiri), banyak orang yang hebat, tetapi hanya kurang bertahan dan sabar dalam menghadapi ‘penolakan’. Orang yang sukses, bukan karena dia hebat, tetapi karena dapat bertahan. Semoga sharing ini bisa jadi sharing yang menguatkan. Salam

  4. Sebastian says:

    Hola Roberto,
    Gracias por tu compartir, sobre todo tu confianza de contarnos tu largo “viaje” de vida que nos enseña saborear la vida y su sentido. Este block “Signo de los Tiempos” es el fruto de tu lucha, pensar, ver la vida de otra perspectiva. A mi personalmente, me siento orgulloso de conocerte, vivíamos juntos aquellos viejos tiempos en Gere -Maumere. Te felicito, seas siempre como la sal y luz del mundo por medio tus artículos. Mucho saludos.
    Sebastian de Chile

    • robert25868 says:

      Sebastian, que tal? Me acurdo mucho de momentos lindos que hemos tenido en Gere. Todo fue muy lindo. Espero que estes siempre bien y tengas siempre exito en tu trabajo. Gracias por tu apoyo. Gracias

  5. Martín Bhisu says:

    Yang lain2 saya tidak terlalu berminat, kecuali puisi. Dimana pojok puisi itu? Mungkin en la página principal se tenga en cuanta mi pedido, decir de otra manera la poesia tenga columna apartado. Si tú no tienes poesia, la tengo 215, ok. Profisiat teman.

  6. markus makur says:

    Pak Robert, ketika saya membuka tulisan Opini Bapak di Pos Kupang, sungguh sangat menarik bagi setiap orang yang memiliki keinginan untuk memulai menulis sesuatu. Lalu, saya membaca di blok bapak soal tanda-tanda zaman yang kita alami saat ini. Tulisan yang dibuat oleh Bapak mengungkapkan suatu keprihatinan yang membutuhkan solusi oleh kita semua dalam memberikan pencerahan dan ide baru dalam menghadapi zaman ini. Sungguh sangat termotivasi bagi saya yang masih belajar menulis, walaupun belum terlalu mahir dalam mengungkapkan fakta real di kehidupan sosial kemasyarakatan.

    salam

    • robert25868 says:

      Pak Markus, namamu sepertinya familiar di telinga saya.

      Yang saya sharingkan di sini adalah pengalaman jatuh bangunnya dalam menulis. Saya sangat yakin bahwa banyak orang bisa menulis tetapi hanya sedikit yang bertahan dan kuat menerima ‘ditolak’ artikelnya. Padahal, barangkali mereka ‘berhenti berjalan’ justru saat hanya beberapa saat lagi mereka akan capai finish…

      Tentang ‘style’ menulis, saya sangat yakin setiap orang punya ‘angle’ sendiri. Hal itu ditemukand alam mencoba dan mencoba. Kalau diperhatikan, biasanya ‘gaya’ saya hampir sama setiap kali menulis. Itu sudah ‘cara pribadi’. Orang lain tentu punya cara lagi.

      Akhirnya, selamat mencoba dam mencoba

      • markus makur says:

        Pak Robert Yang Baik, saya sangat terkesan dengan jawabannya agar saya memulai menulis. Memang, ada beberapa tulisan saya yang buat untuk konsumsi sendiri dan tersimpan. Melalui media ini, saya ingin bertanya, apakah Pak Robert memiliki waktu sedikit untuk melihat tulisan saya, dimana kelemahan-kelemahannya, dan dimana intinya. apakah bisa mengoreksi tulisan saya jikalau saya meminta pertolongan. Memang, membutuhkan waktu untuk membacanya. Tapi, saya sangat terkesan dengan berbagai tulisan Pak Robert. Saya memang belum pernah publikasikan tulisan saya dimedia massa. Hanya saya menulis untuk kepentingan saya sendiri sehingga saya tidak tahu sejauhmana perkembangan tulisan. apabila, boleh saya minta emailnya, sehingga saya coba mengirimnya. saya tahu dengan banyak kesibukan di meja kerja bapak yang sangat padat. Tapi, ingin mencoba untuk memulai.

        Salam hormat dariku

        Markus,

      • robert25868 says:

        Pak Markus, kalau ‘style’ menulis itu ditemukan dengan ‘menulis’. Ibarat orang yang mau berenang, meski ada teori dan dipelajari secara ‘sangat mendalam’ tetapi kalau belum ‘mencebur’ diri, maka teori akan tetap teori. Kalau boleh beri nasihat, tulis saja, dan kirim saja ke mana saja. Barangkali kita mulai dengan koran lokal, dan mengapa tidak, perlahan ke koran yang lebih tinggi. Atau kalau tidak dipublikasikan, blog kita sendiri bisa menjadi media yang bagus untuk kita publikasikan.

        Kalau soal waktu, terkadang agak sulit. Saya tidak banyak menjanjikan bila harus baca artikel. Langkah pertama, hemat saya, tulis dan kirim ke media. Juga, setiap ‘media’ punya misi sendiri-sendiri. Umumnya dengna memperhatikan cara orang lain menulis, dapat kita ‘kira’kirakan’ bagaimana harus menulis.

        Tetapi jangan berhenti mencoba dan mencoba. Salam

  7. philip says:

    sungguh tulisan yang bermakna dalam sekali bagi saya. meski mungkin ini hanya sebuah review.

    • robert25868 says:

      Philip, terimakasih, bisa bertemu di dunia maya ini. Sebagaimana namanya, ‘tanda zaman’ hanya sebuah tafsiran atas simbol-simbol yang sempat lewat dalam waktu. Semoga tafsiran ini bisa mencerahkan dan bermakna. Terimakasih

  8. Steven says:

    Obe……(maaf tak pakai title segala biar lebih akrab, karena memang itu Obe apa adanya yang aku kenal dan selalu bersahabat), senang sekali bisa mengakses dan membaca goresan pena pengalaman menulismu di media. Sungguh menyentuh, karena ketajaman pena Obe di layar cyber ini bagai menusuk sebagian dari dunia diriku yang masih tertidur. Pengalamanmu turut mengatakan sebagaian dari apa yang menjadi bagian diriku. Profisiat untuk web pribadi ini dan selalu mendukung sambil terus menanti up-to-date dari tarian lelehan pena ide-ide brilliantmu di berbagai media dan juga di web pribadi ini.
    With my best wishes,
    Steven, London

    • robert25868 says:

      Steven, saya dibuat di sini adalah sharing tentang ‘JATUH BANGUNNYA’ menulis. Saya pikir, semua orang bisa menulis. Hanya saja, hanya sedikit yang bertahan dalam penantian atau penolakan karena tidak diterima artikelnya. Seperti Steven, menulis adalah panggilan. Kita tidak bisa berhenti. Makanya saat terlalu sibuk dalam administrasi dan tidak menulis, saya selalu sedih karena tidak ada yang masuk (membaca) dan tidak ada yang keluar. Hidup seakan terbelenggu. Salam sukses selalu ama

  9. Ajeng Diah Linda Astuti says:

    Bapak aku mau dong bisa bahasa spanyol .
    daridulu aku mau belajar bahasa spanyol huhu .
    reply yaaah ajeng dari kata ajojing DKV C Makasih bapaak

    • robert25868 says:

      Ajeng, kursus Bahasa Spanyol, bisa dilakukan di Trisakti. Bisa diakses informasi di web ini:
      http://www.kursusspanyol.com Di tempat ini, saya ngajar dan kamu bisa ikut.

      Kalau kursus privat agak mahal (ukuran mahasiswa). Selain itu, lebih baik kursus bersama. Dilakukan pada hari Sabtu. Kebetulan baru mulai lagi kelas baru minggu lalu.

      salam

  10. Wiss.Ben da Santo says:

    Kaka trim’s goresan penamu.dl aq kenal kaka lewat untaian kata yg mengalir lancar sebagai salah seorang MC (bahasa sesadoh protokol hehehe) tingkat seputar Seminari-Wolorona-Hokeng dan Boru maka tulisan ini bs menginspirasikan banyak orang.saya mengcopy tulisan kaka ke laman FB.ada banyak tanggapan trimakasih atau tulisan itu.salah seorang ibu bahkan rela menelpon mau menyatakan kebahagiaan hatinya dan menangis karena artikel itu menyentuh kalbu dan hidupnya.Mungkinkah hal ini sbg perwujudan pesan Sang Guru Agung: “hendaknya kamu menjadi Garam Dunia”? aku yakin memang demikian.tks

    • robert25868 says:

      Pak Wiss, salam via media (saja). Terimakasih atas apresiasinya. Tulisan ini sebenarnya berinspirasi pada MiniWorkshop yang dilaksanakan di Larantuka pada Sabtu, 27 Juli 2013 yang lalu. Hadir 250an guru di Aula samping Hotel Tresna dan terlihat animo yang besar dari guru. Saya lalu berkesimpulan, yang guru butuh bukan sekedar gonta-ganti kurikulum tetapi orientasi dan motivasi sehingga mereka sanggup mengembangkan proses pembelajaran secara bebas dan kreatif. Terimakash

  11. Damianus D.Koban says:

    Damianus koban; tulisan ini sangat Bagus Pak Robert,saya baru sempat Baca,beberapa tulisan saya print ,dan teman-teman juga baca

  12. Damianus D.Koban says:

    Saya tertarik dengan Bahasa spayol, menambah wawasan

  13. Pak Robert Ybk, tulisan-tulisan dalam Blog ini sungguh menarik dan bermanfaat bagi pencerahan. Semoga makin banyak tulisan yang bisa Pak Robert posting dalam Blog ini. Tentunya agar semkian banyak artikel yang diposting maka sebaiknya Blog ini perlu di-up grade menjadi lebih maksimal agar bisa memuat banyak tulisan atau artikel. Bahasa bagus dan rasional teristimewa karena ada kutipan-kutipan berbobot dari para ahli. Saya sering mengunjungi Blog ini. Terima kasih sudah berbagi. Salam hangat untuk keluarga

    Blasius Mengkaka
    BLASMKM.COM

    • robert25868 says:

      Pak Blasius, terimakasih atas apresiasinya. Terimakasih juga kalau pikiran sederhana bisa membantu mencerahkan. Inilah yang hanya bisa dimiliki oleh seorang peziarah yang coba membaca tanda-tanda zaman dan menafsirnya dalam perspektif iman lalu coba mencari kehendakNya di balik setiap peristiwa.

    • robert25868 says:

      Terimakasih atas sarannya. Yang digunakan bersifat ‘gratis’ sehingga terbatas. Ada rencana menjadikannya lebih formal sehingga bisa memuat data lebih banyak. Terimakasih atas usulannya.

  14. Daniel Lawe Tukan says:

    Pak Rober.Salam kenal. boleh tanya apa betul ini Pak Rober yang sering tulis di harian KOMPAS? tukandaniellawe@gmail.com

  15. Rufin Kedang says:

    No Robert, saya menemukan “Menafsir Tanda Zaman” ketika mencari informasi mengenai kawan lama saya P. Laurens da Costa svd yang merayakan 40 tahun imamatnya. Tulisan yang bagus dan tepat mengenai pribadi dan pengabddian Laurens. Terima kasih atas tulisan itu dan tulisan-tulisan lain yang menarik dalam blog-mu ini. Congratulations, well done. May you keep up the good work.
    Salam.

    • robert25868 says:

      Terimakasih Pak Rufin Kedang kalau blog ini bisa menjadi media. Hari ini Minggu 1 November, hari orang Kudus, saya akan tulis juga tentang Pater Yan Bele Jawa SVD yang meninggal. Mungkin beliau juga teman kelas Pak Rufinus. Salam hormat

    • robert25868 says:

      Terimakasih Pak Rufin Kedang atas apresiasinya. Semoga media ini bisa jadi sumber informasi bagi yang mencari. Hari ini, 1 NOvember saya juga menulis untuk alm P Yan Bele SVD (mungkin teman Pak Rufin juga). Semoga dia beristirahat dalam damai. Amin

      • Rufin Kedang says:

        Betul, no Robert, P. Laurens and P. Yan Bele adalah kawan seangkatan saya, sama-sama masuk Ledalero tahun 1965 (saya meninggalkan Ledalero tahun 1969) dan kami tetap berkawan baik. Terakhir saya bertemu dengan Yan dua tahun yang lalu di Syuradikara ketika kami berlibur di Indonesia. Saya kaget menerima sms siang ini dari sepupu saya P. Leo Kleden svd tentang meninggalnya Yan. Requiescat In Pace! Terima kasih no Robert untuk tulisan mengenai P Yan Bele. Saya akan segera membacanya.

      • robert25868 says:

        Sama-sama Pak Rufin Kedang. Saya membahasakan pengalaman saya bersama beliau ketika masih di Seminari Hokeng, saat berada di Ledalero (ketika itu Pater Yan sebagai provinsial) dan beberapa tahun kemudian saat ia sudah berada di UNWIRA. Sebuah pengalaman sederhana tetapi berkesan selalu. Untuk Pater Laurens, saya selalu bersama beliau di Jakarta. Minggu lalu kami rayakan Pancawindunya dan saya diberi kesempatan untuk memberi kesan tentang beliau. Di Jakarta, kami berdua sering bertemu karena tinggal berdekatan. Nanti saya samapikan salam kepada beliau. Salam hormat untuk keluarga.

  16. Rufin Kedang says:

    Terima kasih, no Robert, untuk tulisan yang menarik mengenai mantan guru sejarahmu, almarhum P. Yan Bele svd, an eulogy with a personal touch that makes all the difference. Saya mendapat no. hp. P. Laurens dari ade Balthasar Kehi, jadi sudah sempat ngobrol banyak per telpon dengan Laurens termasuk ceritera tentang kawan kami alm. P. Yan Bele. Sekali lagi terima kasih dan salam untuk keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s