LIMA TAHUN (2010-2015) MENULIS DI BLOG “BERTOAMIGO.WORDPRESS.COM”

5 TAHUN (2010-2015) MENULIS DI BLOG BERTOAMIGO.WORDPRESS.COM

Sudah 5 tahun saya menulis di blogku. Awalnya hanya sekedar mencoba-coba. Tetapi berkat bimbingan dari Pak Katje, teman yang sangat paham akan dunia ICT, saya pun perlahan merasakan nikmatnya menulis di blog. Dan tanpa kusadari, sudah lima tahun.LIMA TAHUN MENULIS DI BLOG09Katje Ohoiulun (tengah), ‘guru’ blog Bertoamigo.wordpress.com

Pendampingannya itu kemudian dapat saya kembangkan. Saya paham cara teknis mengupload berita dan foto. Juga tentang cara menyusun agar ada huruf besar maupun kecil. Selain itu cara meluruskan tulisan kiri dan kanan pun ada caranya. Nasihat sederhana. Saat upload, bisa dibuka dua sekaligus sehingga satu bisa diambil rymusan (karena memang untuk mengatur harus pakai rumus segala). Awalnya sulit, tetapi kemudian terbiasa dan merasa begitu menyenangkan.LIMA TAHUN MENULIS DI BLOG01Awal motivasinya sekedar berusaha agar tulisan-tulisan saya di berbagai media tidak hilang. Saya pernah alami dalam dua kali kehilangan laptop. Semua tulisan itu pun pergi. Untung saja melalui email, bisa didapatkan sebagian besar tulisan. Saya pun akhirnya setiap kali ada tulisan yang keluar di media, dengan segera dimasukan. Kadang tertunda, tetapi sudah saya rasakan, kalau terlalu lama, rasanya akan memberatkan. Kini pun secepatnya.

Lalu, apa yang menjadi perhatian utama? Apa evaluasi dari tulisan itu?

Terfavorit

Sejak dimulai 15 Juni 2010 hingga hari ini (Minggu 13 Desember 2015) terdapat 399 tulisan yang pernah dipublished. Kalau dihitung tulisan yang masih draft (29) dan satu tulisan trash, maka totalnya adalah 422 artikel.

Halaman depan dari tulisan ini selalu dipertahankan sejak awal. Meski ada sedikit modifikasi latar belakang kain sarung adat yang berasal dari kampung saya, semua yang lain tetap dipertahankan. Jendela utama pun masih tetap ada. Ada HOME, AN INTINERARY, ARTIKEL KOMPAS, KISAH-KASIH, MARDI INSTITUTE, MEDIA UMUM, PUISI, STI CORNER, DAN UMN CORNER.

Selama periode ini, banyak sekali yang pernah ‘mampir’ ke blog saya untuk membaca. Data sebagai berikut:

Berikut data per bulan yang sempat dicatat data pada blog bertoamigo.wordpress.comLIMA TAHUN MENULIS DI BLOG03Tentang pembaca, cukup menyebar di berbagai negara. Pembaca utama tentu saja dari Indonesia. Kemudian diikuti dengan Amerika Serikat. Saya tidak tahu, mengapa pembaca di negara ini begitu banyak? LIMA TAHUN MENULIS DI BLOG04Dari semua tulisan, dapat saya kategorikan sebagai tulisan favorit dengan pembaca di atas 500 orang, kemudian tulisan sedang (dengan pembaca 100 – 500 orang), dan pembaca sedikit (1-100) orang.

Dari tulisan favorit, ada empat tulisan. Menempati tulisan tertinggi adalah kisah seorang anak, Kayla yang meninggal di usia 9 tahun. Anak yagn sangat dibanggakan keluarga, tetapi ia akhirnya harus melewati hal yang tidak dinantikan: wafat di usia yang sangat belia. Tulisan ini bahkan nyaris tertandingi. Ada 3100 orang yang membacanya.LIMA TAHUN MENULIS DI BLOG02Di bawahnya, kisah Blasius Ola Koban, orang yang hidupnya sederhana, tetapi memberi inspirasi bagi banyak orang. Dari tangannya, banyak orang berhasil. Ia menerapkan pola hidup dan pembekalan bagi karyawannya. Blasius yang meninggal pada bulan Oktober 2015 ini menempati urutan kedua dengan pembaca 1200 orang.LIMA TAHUN MENULIS DI BLOG05Tulisan ketiga dan keempat yakni tentang UKG dan PKn. Tentang UKG, dicari guru yang tengah melewati Ujian ini. Hanya dalam waktu singkat begitu banyak guru yang telah membaca tulisan tersebut. Ini sekedar signal bahwa sebenarnya guru benar-benar mencari informasi dan ingin mempersiapkan diri mengikuti UKG.

Sementara itu tulisan tentang PKn, bisa jadi dicari oleh mesin pencari. Barangkali ada ringkasan yang dibutuhkan oleh guru dan siswa dalam menyusun bahan ujian.

Di bawah tulisan itu, ada kisah Ziarah ke Lembah Cikanyere yang cukup menarik perhatian pembaca. Ada yagn mau ke sana dan ingin mencari informasi tentang tempat ziarah tesebut. Pada akhirnya ada dua tulisan tentang dua orang imam, Rm Piet Gege Lewar yang memiliki 693 pembaca dan P. Yan Bele Jawa, SVD yang mencapi 674 pembaca.

Pertanyaannya, mengapa ada tulisan yang begitu favorit? Mengapa sampai terjadi demikian? Sesungguhnya kisah-kasih kecil seperti ini sangat berkenan bagi pembaca. Hal alamiah, sederhana, begitu dicari pembaca. Lebih lagi ketika kisah yang menyentuh hati terutama kematian.
Tapi tentang hal ini pun masih ada pertanyaan. Mengapa kisah-kasih yang ditampilkan adalah orang-orang kecil? Dua kisah teratas adalah orang sederhana, awam, Kayla berumus 9 tahun dan Blasius Ola Koban, seorang pejuang dan pekerja keras. Memang di bawahnya ada tulisan kaum klerus (Rm Piet Gege Lewar dan P. Yan Bele Jawa SVD). Tetapi jumlahnya masih di bawah.

Dari sini terlihat bahwa ketika menampilkan tulisan sederhana, hal itu mendapatkan respons. Kalau orang ‘besar’, tentu saja sudah ‘terbiasa’ dengan berita. Pembaca justeru mengharapkan kisah dari orang kecil yang belum diketahui.LIMA TAHUN MENULIS DI BLOG06Untuk tulisan kategori 2 dan 3, dengan pembaca 100 – 500 (sedang), dan sedikit (1-100), merupakan tulisan-tulisan umum. Tulisan dengan pembaca banyak bisa juga didukung oleh promosi. Sementara yang sedikit pembaca, merupakan tulisan-tulisan lama yang ‘sekedar’ ditampilkan di facebook tanpa ada usaha mempromosikan tulisan tersebut. Lebih lagi ketika dimasukkan dalam media ini, barangkali tulisan itu sudah lewat masa waktunya.

Bantuan Facebook

Mengapa ada tulisan yang memiliki pembaca banyak dan tidak? Bagaimana peran media sosial dalam memperkenalkan tulisan-tulisan tersebut? Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan ini, saya merekam beberapa informasi dari blog tentang bagaimana sebuah tulisan mendapatkan tanggapan.

Dari data itu terlihat bahwa sebagian besar tulisan diperkenalkan melalui Facebook. Artinya, setelah tulisan itu dimuat di web, dengan segera dibuat link dengan Facebook terutama beberapa group. Dengan demikian, orang segera menunjukkan ‘kesukaan’ terhadap tulisan tersebut.

Hal ini menyadarkan bahwa media sosial seperti Facebook sangat berperan dalam memperkenalkan sesuatu. Melalui informasi pendek dan resume singkat, coba ditampilkan bahwa tulisan itu layak untuk dibaca. Itulah karakteristik media sosial yang tidak suka hal-hal panjang dan mendalam. Yang disukai adalah hal-hal kecil, sederhana, dan cepat.LIMA TAHUN MENULIS DI BLOG07Terhadap hal ini penulis memiliki pengalaman. Sebuah komentar atas tulisan kadang dibuat agak provokatif agar orang berani lebih dalam membacanya. Sayangnya, banyak juga yang tidak melakukannya. Mereka terpancing dan memberikan komentar yang tidak diharapkan.

Perkenalan melalui media sosial juga memberi penyadaran akan hal lain. Media sosial membantu menyebarkan sebuah informasi tetapi tidak menjadi informasi yang lengkap dari dirinya sendiri. Dengan demikian ia tidak bisa digunakan secara mandiri untuk sebuah tujuan itu sendiri. Bila berhenti hanya pada media sosial maka ia tidak mendalam dan bisa merugikan kalau tidak diramu dengan baik.

Pada sisi lain, menggunakan Search Engine, mesin pencari juga merupakan pengalaman menarik. Media yang dimuat melalui wordpress yang nota bene gratis, tentu ‘kalah bersaing’ dengan media prabayar dengan daya pengaruh yang lebih kuat. Dalam arti ini maka dalam mesin pencarian kadang tidak mudah untuk berada pada posisi prioritas.

Tetapi dalam evaluasi atas tulisan terutama bagaimana memperoleh tulisan, terlihat bahwa search engine telah menjadi prioritas kedua dalam usaha mendapatkan tulisan. Untuk tujuan ini maka memberi judul akan sangat berpengaruh. Yang ada dalam pertanyaan, apa yang kira-kita dicari dan kemudian bisa didapatkan melalui tulisan ini.

Kuantitas atau Kualitas?

Bila melihat penyebaran artikel selama lima tahun, dapat terlihat informasi tentang kuantitas jumlah pembaca. Jumlah orang yang melihat (views) dan pengunjung terendah adalah tahun 2010 dengan 4074 yang melihat dan tidak ada satupun pengunjung. Tahun ini ada 114 tulisan yang diterbitkan. Tahun berikutnya, ada 6807 orang yang lihat,sementara pengunjung tetap tidak ada. Tahun ini hanya ada 15 tulisan baru.LIMA TAHUN MENULIS DI BLOG02Tahun 2012, sudah ada pengunjung meskipun hanya 236. Orang yang melihat artikel menurun hanya 5646. Tahun 2013 sudah ada kemajuan. Masa ini bersamaan dengan mulainya penulis sebagai contributor di media online Flores Bangkit, dengan demikian setelah sebuah artikel terbit langsung disampaikan melalui Facebook. Ada 6928 orang yang melihat dan 4827 pengunjung. Ada 60 artikel baru yang diterbitkan di blog ini.LIMA TAHUN MENULIS DI BLOG08

Tahun 2014 dan 2015 terdapat kemajuan yang sangat signifikan. Orang yang melihat, mencapai 9704. Pengunjung pun mencapai 7188. Ada 71 artikel baru yang ditampilkan. Tahun 2015, menjadi puncaknya. Ada 15854 orang yang melihat tulisan sementara pengunjung mencapai 10869 orang. Ada 68 artikel baru yang ditampilkan.

Bagaimana menafsir data-data di atas? Pertama, dalam 2 tahun awal, tidak ada upaya lain selain mengusahakan agar tulisan itu bisa terjaga. Belum ada usaha mempromosikan tulisan-tulisan tersebut. Selain itu, pekerjaan mengedit dan menampilkan di bertoamigowordpress.com ternyata cukup menyedot tenaga dan biaya.

Kedua, pada tiga tahun terakhir, ada upaya yang cukup sistematis dalam memperkenalkan tulisan baru melalui facebook. Selain itu pekerjaan mengedit terasa semakin mudah (karena sudah terbiasa). Setiap tulisan baru segera diinformasikan ke media sosial.

Ketiga, kian gemar masuk dalam media online dengan tulisan melalui Flores Bangkit Online, memiliki efek lainnya yang kini saya sadari. Saat itu target lebih ke kuantitas. Penulis merasa terpanah dan terpacu karena media online ternyata memberikan penghargaan terhadap tulisan. Untuk itu targetnya, setiap bulan ada 6 – 10 tulisan yang bisa muncul. Akibatnya, kualitas kurang memberi perhatian. Isyu yang diangkat memang cukup bagus (dalam evaluasi saya) tetapi kekurangan waktu dalam mengemas tulisan tersebut.

Ada hal lain yang lebih mendasar. Selama 2 tahun terakhir, bobot tulisan berkualitas melalui Kompas cukup langkah. Itu bukan berate penulis tidak menulis tetapi karena kalah bersaing dengan penulis yang tentu saja lebih baik. Karena itu secara kuantitas tulisan pada periode ini cukup bagus tetapi dari segi kualitas belum mencapai harapan. Untuk Kompas misalnya, penulis hanya sempat meloloskan ‘1 surat pembaca ke Kompas’ selama ta hun 2015. Tidak ada tulisan satu pun baik Kompas pagi maupun siang.

Keempat, tulisan saya di bertoamigo.wordpress.com telah menjadi sebuah kekuatan identitas. Dalam beberapa perkenalan diri, saya menyeratakan blog ini sebagai perkenalan akan identitas. Tetapi juga blog ini bisa terasa sangat menakutkan. Saya pernah menulis ke Perusahaan ternama dan meruju identitas pada blog ini. Syukur bahwa tulisan itu turut mendorong orang bahwa ketika ada ‘complain’, maka itu dilaksanakan sungguh-sunggu. Inilah manfaat menulis. Ada positif dan negatif tetapi tentu saja lebih banyak manfaatnya.

Terimakasih

Jakarta, 13 Desember 2015.

Advertisements