ALLIUM HOTEL TANGERANG DAN ‘FAMILY QUALITY TIME’

ALLLIUM HOTEL TANGERANG DAN ‘FAMILY QUALITY TIME’

Sebuah Pengalaman Keluarga

Saat membaca rekomendasi online tentang hotel nyaman di Tangerang, nampaknya sudah ‘bete duluan’. Orang akan cepat mencari apa yang di Jakarta. Kisah tentang hingar-bingar Jakarta juga jadi daya tari.

Tetapi bagi yang mencari sesuatu yang lebih sepi, penuh keakraban, dia harus bersabar. Kenapa? Untuk apa ke hotel yang bising, kalau di jalanan sudah memang begitu? Apa yang diperoleh? Mungkin pertanyaan inilah yang akhirnya membawa kami sekeluarga menemukan Allium Hotel Tangerang sebagai jawabannya. ALLIUM20Ines, Diego, Papi dan Mami (Merah)

Berikut pengalaman kami sekeluarga melewati akhir pekan, 19 – 20 Desember di Hotel ini.

Terkecoh

Untuk mencari sesuatu berkualitas, biasanya tidak mudah didapat apalagi hanya sekilas pandangan mata. Itu kesan yang bisa saja muncul. Mendapatkan hotel di Tangerang, dekat stasiun kereta api, tidak jauh dari airport?

Tidak hanya itu. Mencari letak Hotel Allium juga bisa jadi kesulitan lain. Awalnya saya browsing di internet dan sempat nyasar sampai ke arah Cikokol. Setelah lihat kembali di google map, posisinya sebelum rel kereta api. Untung saja, sebelum belok kanan (dari arah Serpong), ada tulisan 500 meter (eh, ternyata saya lihat jadinya 1,3 km).

Di pembelokan sebelum rel kereta api-api ini harus berhati-hati. Dari arah Serpong, sudah harus ambil kanan agar kemudian bisa belok kanan (bersama yang putar balik). Saat awal, karena terlalu ambil kiri, akhirnya harus ‘terus’ sampai di Kantor Wali Kota baru mutar balik yang macetnya luar biasa).

Bagi yang awal sampai di lokasi, bisa saja tertipu, termasuk saya. Karena posisi hotel ada di samping kiri pembelokan, saya malah tidak ikut petunjuk dan terus saja sampai pembelokan berikutnya (ternyata 1 km lagi).

Sesudahnya saya baru sadar, ternyata belokan pertama ambil kanan, kemudian langsung serong kiri dan masuk hotel. Dari cara masuk, orang bisa saja berkesan, bagaimaan nich hotel, kog masuknya seperti itu.

Itu kesan awal yang bagi orang yang cepat putus asah, bisa saja langsung ‘kabur’. Tetapi bagi yang penasaran pasti saja bilang: “Untuk sesuatu yang luar biasa, harus butuh kesabaran. Jangan terkecoh dengan hal-hal luar, hehe, nasihat nich” Jadinya, jangan cepat terkecoh.

Penuh Surprise

Karena sudah booking sebelumnya, setelah masuk, sudah terkesan suasana kekeluargaan. Nama langsung disapa: “Pak Robert, macet ya perjalanan?”, “Apakah bisa dibantu diantarkan barang-barang?” Dengan segera kami disajikan handuk basah untuk lap keringat. Kemudian disajikan welcome drink yang kebetulan sangat disenangi anak saya “orange juice”.ALLIUM26Family Quality Time di Kamar Hotel 635

Anak saya yang kecil pun mulai enjoy. Saat disapa tersebut, kesan awal, memang seperti berada di sebuah keluarga, padahal ini di sebuah hotel mewah.

Dari Front Office, setelah diterima dengan ‘welcome drink’, kami pun diberikan kartu. ‘Lho, apa fungsi kartu dan bukannya kunci, demikian tanya anak saya’. Saya bilang, kartu ini untuk buka bisa ke lantai kamar (kamar kami 635, jadi berada di lantai 5). Dan memang terbukti. Kalau tidak ada kartu maka bisa ke mana saja tetapi tidak bisa keluar.

Saat masuk kamar, suasana juga sangat terasa. Sang kakak yang sudah beranjak remaja memilh tempat tidur sendiri. Sementara itu bersama isteri dan Diego, satu tempat tidur yang sangat besar. Diego mulai dengan kebiasannya lompat-lompat kegirangan dan langsung bilang: “Pak, kita di sini terus’. Supaya tidak banyak ‘cing cao’ saya hanya bilang dia “Ok deh”.ALIIUM01‘Action’ di Lift Hotel

Karena kecapaian baru selesai bagi rapor, setelah menikmati buah yang disiapkan di kamar dan minum sebentar, kami pun langsung istirahat. Memang, Diego yang masih enjoy dengan suasana baru masih ingin bermain dan nonton TV. Tetapi kemudian ia tertidur. Apalagi sudah ada janji: kalau tidur nyenyak maka kami akan renang.

Sore ini kami tidur dengan pulas. Untung sebelum jam 6 sore, kami bangun karena harus ke kolam renang, rileks, dan santi. Yang lebih cape tentu ‘bunda’ yang baru selesai bagi rapor dan lagsung ke Hotel dengan seragam sekolah Atisa. Kebetulan barang lain sudah dimasukan ke mobil sehingga sang bunda tinggal dijemput dan langsung ke hotel.

Enjoy Malam

Pukul 19.30, kami langsung turun ke Paris-Lyon Café.  Dari segi namanya, terkesan hal menarik. Nama ini tentu tidak asing lagi bagi saya dan isteri yang pernah ke Paris 12 tahun yang lalu…. (cukup lama, tahun 2003 saat itu).ALLIUM18Di tempat ini, Diego dan Ines mengalami sesuatu yang baru. Diego yang langsung pesan Pizza dan memakan dengan lahap, sambil menikmati beberapa hidangan lainnya. Dalam hati, isteri dan saya bilang, “Baru kali ini kita lihat Diego makan dengan lahapnya’.ALLIUM17 - Copy

Diego dan Papi di Paris-Lyon Cafe

Diego memang ada yang aneh. Lahir di Tangerang, tetapi suka makanan Barat (keju, pizza, spaguetti, dan lainnya). Kali ini dia benar-benar enjoy. Demikian juga kakaknya. Sengaja dia mencoba makanan.ALLIUM14

Pizza, Margareita

Untuk hidangan, semuanya diserahkan ke isteri. Ia tahu modelnya dan apa yang dipesan semuanya dilahap, kecuali menu terkahir, ‘nasi campur allium’. Saat datang, perut sudah ‘full’, sehingga piramide khas dari nasi itu tidak ‘dibongkar’. Pelengkap seperti tahu, ayam, kerupuk, sayur, memang dihabisin…

Setelah makan, perut terasa sangat ‘berlebihan’. Kami berempat pun langsung jalan-jalan di luar. Ya, biar perut bisa lebih rileks setelah menikmati makan malam. Dan kami ke kolam renang malam hari (mama Diego sore itu tidak sempat ke kolam renang).ALLIUM07Di sana kami bisa menatap warna allium yang sangat khas yakni ungu di puncak hotel. Di tempat itu beberapa foto kami tampilkan. Diego yang tadinya sedikit kelelahan dan seharusya tertidur, malah kian membelalak. Ternyata foto malam itu benar-benar indah.ALLIUM12“Quality Time”

Kami hanya semalam di Allium Hotel. Terasa sangat cepat. Check in Sabtu 19 Desember dan sudah check out 20 Desember, Minggu. Tetapi waktu yang sangat singkat ini benar-benar berkualitas. (Untuk apa berhari-hari tetapi berada di hotel yang tidak berkesan?, begitu kami menghibur diri karena harus pulang).

Ada beberapa alasan.

Pertama, karena hotel ini benar-benar mengedepankan kualitas pelayanan. Orang yang pernah ke Hotel Allium, sudah pasti yakin akan ingin kembali ke hotel ini. Ia akan terkesan dengan kualitas pelayanan yang ditampilkan.ALLIUM24Kedua, hotel ini sangat penting bagi keluarga dan siapa pun yang mengidolakan ketenangan. Jakarta dan sekitarnya penuh hingar-bingar. Hotel di Jakarta pun nyaris jadi tempat yang nyaman untuk istirahat.

Tetapi ketika masuk di Allium Hotel, kesan itu akan sangat terlihat. Sebagai keluarga, kita bisa istirahat semaksimal mungkin. Istirahat sehari, bisa meringankan tidak sedikit beban yang dimiliki.

Ketiga, hotel yang sangat aman. Dari sisi penggunaan kartu, hotel ini sudah sangat mengikuti tata aturan keamanan. Dari sisi parkir yang tidak pakai tanda parkir, bisa saja membuat orang terkecoh, ‘kog tidak ada kartu masuk?’. Tetapi itu berbeda karena setelah dicek di bagian keamanan depan, kemudian dari parkiran bawah, sudah terlihat. Orang luar yang tanpa tujuan tidak bia ke kamar kalau tidak ada kartu masuk. Ini luar biasa.

Inilah pengalaman singkat melewatkan akhir pekan penuh ‘surprise’ di Allium Hotel Tangerang yang beralamt di Jl. Benteng Betawi No 88 Tangerang  15148 Telepon 021- 2920 555, Fax 021 – 2920 3333, contact@alliumairport.com, http://www.smalihotels.com

(Allium Hotel, Monday, December 20th 2015).