KAYLA SAYANG, SELAMAT JALAN

KAYLA SAYANG, SELAMAT JALAN

Requiem untuk Lidwina Gratia Kayla Tolok

Senin, di ujung  bulan Agustus 2015, pukul 19.20, terdengar kabar: Lidwina Gratia Kayla Tolok meninggal dunia. Puteri Rexy Tolok dan Ana Alongape itu mengembuskan nafasnya yang terakhir di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading.KAYLA 5Deritanya mengakhiri proses yang yang cukup cepat dalam tiga bulan bulan terakhir. Bagaimana mengisahkan duka akibat kepergian Kayla, seorang anak kedua dari dua bersaudara, kelahiran 21 Oktober 2006 yang lagi cerdasnya memasuki bangku kelas 4 SD tetapi belum pernah ke sekolah sama sekali ini?

“Yesus tidak sayang Kayla?”

Di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, di Sabtu sore, 29 Agustus 2015, Rexy dan Ana sharingkan pengalaman mereka bersama Kayla dalam tiga bulan terakhir.  Pasangan yang sangat aktif di Gereja ini memutar kembali proses sakit, hingga di minggu sore itu berbaring tak beradaya di ICU anak.

LIDWINA GRATIA KAYLA TOLOKKayla di tengah kaka, Papa, dan Mama

Sebelum Juni 2015, Kayla tumbuh begitu alamiah seperti teman-temannya. Dari fisik tidak tampak ada keanehan. Ia tumbuh kembang sangat normal. Makan dan minum seperti biasa. Malah dengan sepupunya, ia kerap menghadiahkan pakaiannya yang sudah ‘tak muat’. Bisa dimengerti, perkembangan Kayla mengagumkan.KAYLA2Di Sekolah, Kayla juga seperti banyak teman lainnya. Kadang, ia menunjukkan sikap dewasa yang tidak sesuai umurnya. Ia banyak membantu teman, hal lumrah yang dibuat pada usianya.

Di rumah, aktivitas Kayla sangat normal. Ia tidak punya kebiasaan keluar rumah. Dari sekolah, ia ‘bobo’ sebentar, lalu mengerjakan tugasnya. Kalya lalu menonton TV. Ia jadi anak kebanggaan.

Dari sisi pertumbuhan iman juga mengagumkan. Kayla sudah diperkenakan menerima Komuni Pertama pada Juni 2015 yang lalu. Semuanya sangat wajar. Kayla pun akan memasuki masa baru di kelas IV. Itulah yang bisa dicatat dari puteri beranama lengkap Lidwina Gratia Kayla Tolok.

Namun sejak Juni 2015, tepatnya di saat-saat ujian kenaikan kelas, terasa ada keanehan. Suhu badannya panas (turun-naik). Awalnya dianggap hal biasa. Kemudian Kayla dibawa dari Rumah Sakit ke Rumah Sakit. Patut disebutkan: RS Satya Negara, RSCM, RS Carolus, hingga ‘berlabuh’ di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Kayla8Yang aneh, diagnosis dokter tidak sama. Ada dugaan atas sebuah penyakit dari RS dan segera diambil darah untuk pemeriksaan. Hasilnya negatif. Ke dokter lain lagi yang ‘lebih ahli’, ada indikasi baru. Sekali lagi darah diambil, dan kebanyakan negatif.

Tetapi orang tuanya, Rexy dan Anna tidak lelah mencari solusi. Tujuannya, agar anak kedau dari dua bersaudara ini bisa sehat dan bisa sehat kembali. Hal yang sama juga terjadi pada Kayla. Ia punya kerinduan untuk sehat seperti teman-temannya.

Pada pertengahan Agustus, saat belum pulih betul, meski badannya lagi ‘angat’, ia begitu rindu mau ke sekolah. “Pak, Kayla ke sekolah dong”, begitu ungkapnya dengan rindu. Dia ingin alami yang namanya jadi siswa kelas 4, soalnya sejak Juli lalu, ia belum pernah sekali pun masuk sekolah.KAYLA 4Tetapi sang ayah, Rexy hanya bilang: “Nak, kamu harus sembuh betul baru ke sekolah, Nanti pun kamu akan ke sekolah”. (Kini setelah tidada, Rexy dan Ana baru ingat, barangkali kalau waktu itu ia pergi, hanya untuk berpamitan dengan teman-temannya).LIDWINA GRATIA KAYLA TOLOK 9Tetapi ternyata sejak hari itu, derita Kayla semakin memburuk. Sekali lagi dibawa ke RS. Kali ini harus ke RSCM dan diambil darah lagi. Tusukan demi tusukan membuat Kayla merasa letih dan mengelu:  “Ma, apakah Tuhan Yesus tidak sayang Kayla”. KAYLA 6Itu kata-kata yang keluar dari tidak tahannya Kayla atas kesehatannya yang tidak membaik. Ia rasakan, tangan dan kakinya sudah teramat sakit ditusuk jarum suntik, hanya ingin mengentahui jenis penyakit apa.

LIDWINA GRATIA KAYLA TOLOK 11Tuhan Yesus sayang kamu nak….

Hati orang tua tentu tidak tega mendengar kata-kata itu. Hati rasanya mau menangis karena rasa peri yang dirasakan oleh Kayla dan hati orang tua bak disayat sembilu. Tetapi orang tuanya tetap tegar. Di depan Kayla yang menahan rasa sakit, mereka terus berbisik: “Tuhan Yesus sayang kamu nak….”

Di RS Mitra Keluarga, kondisi pun makin menurun. Di hari Sabtu sore, melihat tidak ada perkembangan dan juga sudah tidaka ada reaksi atas darah yang terus diambil untuk ‘dicek’, orang tua mengambil keputusan: “Jangan sakiti lagi Kayla”. Ia pun dipindahkan dari ruang ICU anak dan dipindahkan ke kelas isolasi.KAYLA 6Di sana keluarga bisa menjaganya, merawatnya. Lebih lagi, ketika dokter mengklaim bahwa Kayla menderita “Lupus” sebuah penyakit yang sampai sekarang tidak ditemukan obatnya. Rasa pasrah. Lebih lagi karena sejak kemarinnya, Jumat 28 Agustus, Kayla tidak merintih lagi kesakitan. Ia terdiam, memberi kesan, ia sudah menerima sakitnya.

Kayla “Sembuh”

Setelah proses singkat derita yang nyaris diketahui keluarga di Jakarta dan dalam perjuangan tanpa henti orang tua, Kayla menghembuskan nafasnya yang terakhir. Tetapi apakah ini sebuah akhir, ketika nafas ditarik dalam kecewa atas kematian, atau nafas tanda sebuah kesembuhan utuh diperoleh?LIDWINA GRATIA KAYLA TOLOK 2Dalam perbincangan dengan Rexy dan Ana di Sabtu sore, air mata tidak berhenti menetes. Terasa sangat mendalam derita. Betapa tidak, anak yang lagi sedang ‘enjoynya’ dengan hidup, seorang anak yang sangat penurut dengan ritme hidup tidak pernah keluar rumah dan rajin berdoa itu bisa menghadapi hal yang tidak bisa dipahami.

Orang tuanya tidak kalah. Ketika ada doa, nyanyi di Gereja, ibadat di lingkungan, Ana dan Rexy tidak pernah absen. Wajah yang selalu tersenyum menggambarkan keduanya yang selalu siap untuk sesama dan untuk Tuhan. Di lingkungan, Rexy dan Ana tidak kalah terlibat. Di masyarakat OK, di Gereja OK. Karena itu, rasanya tidak ada alasan untuk mencari kesalahan pada siapa pun dalam keluarga (kalau kita terpaksa cari-carai alasan).Kayla 11Kini dihadapkan pada suasana yang sangat menyayat hati. Rasa penolakan pun menjadi bagian manusiawi dari perjalanan gadis 8 tahun ini yang nanti pada Oktober genap 9 tahun. Ada rasa berontak. Rasanya Tuhan tak adil terhadap orang yang begitu rela melayaninya.LIDWINA GRATIA KAYLA TOLOK 8Tetapi dengan derita 2 minggu terakhir di ICU anak, Rexy dan Ana dapat jawaban baru. Andaikata Kaya diambil secara tiba-tiba, hati akan sangat protes atas ketidakadilan Tuhan. Tetapi melalui rentetan derita, saat tubuh si kecil begitu disakiti dengan aneka jarum, ketika dokter sudah mengatakan jenis sakit seperti itu, yakni Lupus, saat kekebelan tubuh menyerang dirinya sendiri, maka tidak ada obat yang bisa melerainya.Kayla 9Atas dasar itu. Rexy dan Ana jadi sadar bahwa mereka sudah lebih siap menerima. Mereka pasrah pada apa yang terjadi. Apalabi para dokter yang melayani juga menunjukkan bahwah mukjizat selalu ada. Secara kedokteran, terasasa akan sulit, tetapi masih ada “DOKTER sejati” YANG MEMBAWA KESEMBUHAN TOTAL. LIDWINA GRATIA KAYLA TOLOK 7Kata-kata itu membuat pasangan asal “Lembata dan Bajawa” itu semakin pasrah menyerahkan segalanya pada “yang di Atas”. Mereka hanya berharap agar Kehendak Tuhan terjadi atas Kayla. Tujuan akhirnya pasti: supaya Kayla memperoleh kesembuhan total.LIDWINA GRATIA KAYLA TOLOK 6Dan, Senin, 31 Agustus, saat mendengar kabar kepergian Kayla, sebuah kata tulus: ia menuju kepada kesembuhan total. Ia mengalami hal yang menyenangkan baginya, hal itu tertuju dalam reaksinya dalam hari-hari terakhir. Bila sebelumnya ia gelisa, menjerit, kini ia terdiam. Ia rasa sudah mengalami kebahagiaan.LIDWINA GRATIA KAYLA TOLOK 7Ia juga tidak sembuh tetapi juga menyembuhkan orang lain, terutama orang tua dan keluarga. Semua merasa berat tetapi menerima bahwa inilah jalan yang terbaik agar badannya tidak disakiti lagi. Ini adalah sebuah kenyataan yang menyenangkan.

Santa Lidwina…..

Di hari-hari derita, Ana, sang ibu coba mengingat kembali, kenapa Lidwina begitu lama menderita. Mengapa tubuh si kecil itu dapat bertahan terhadap derita begitu banyak. Apakah ada kaitan dengan namanya “Lidwina”?

santa lidwinaSanta Lidwina akibat kecelakaan, ia lumpuh selama 38 tahun. Ia dapat kuat hanya dari menerima Tubuh dan Darah Kristus.

Pertanyaan itu menggugah. Rentetan derita membuat orang tua, sanak kerabat bertanya, apakah ada arti di balik namanya Lidwina? Apakah kekuatannya bertahan dalam derita itu punya kaitan dengan nama itu? Mengapa saat membubuhkan nama itu tersirat juga hal seperti itu?

Ana, sang Ibu coba mengingat-ingat lagi alasan yang tak terbayangkan bahwa riwayat Kayla itu memang akhirnya mirip dengan Santa Lidwina. Setelah semuanya berlalu tanpa rencana (padahal Tuhan punya rencana), sejarah itu seakan begitu mirip.santa lidwina4Santa Lidwina terjatuh dan lumpuh selama 38 tahun. Ia menerima bahwa penderitaan merupakan sebuah panggilan untuk ikut ambil bagian dalam penderitaan Kristus.

Santa Lidwina, yang laihir pada minggu Palem adalah anak yang sangat cantik dan periang. Ia bertumuh seperti anak-anak lainnya. Tetapi derita baginya muncul. Ia menderita sakit keras, tetapi dengan segera sakitnya itu sembuh.

Kesembuhannya itu ternyata tidak berlangsung lama. Beberapa saat kemudian, Lidwina mengalami kecelakaan karena jatuh saat bermain di bendungan air. Kakinya patah dan ia mengalami kelumpuhan.

Sebagai seorang anak yang menginjak dewasa, Lidwina sangat menolak pada awalnya. Ia merasa terlalu berat padahal ia sangat dekat dengan Tuhan. Di usianya yang sangat dini ia telah mempersembahkan kecantikannya untuk Tuhan.santa lidwina6Proses penolakan itu berlangsung hampir 3 tahun. Tapi akhirnya ia perlahan sadar. Pada tiga tahun menjelang kematiannya, ia mulai sadar bahwa ternyata penderitaannya sebuah panggilan. Ia dipercayakan agar menderita seperti Kristus demi menebus dosa-dosanya dan dosa orang lain.

Ia pun pasrah dan dengan gembira menghadapi penyakitnya selama 35 tahun sisanya. Dikisahkan selama waktu yang lama itu, “Tubuh Kristus” menjadi makanan Lidwina satu-satunya. Tubuh Kristus yang disambut setiap hari memberinya kekuatan sehingga dari tempat tidurnya ia bisa bernyanyi dan bergembira, berdoa dan bersyukur.bersyukur1Kisah itu kini seakan terulang dalam diri Kayla. Ia mengalami sakit keras di usianya yang sangat dini, dan memang akhirnya ‘sembuh’, tetapi tidak sembuh secara fisik, namun secara batin. Ia pergi setelah di hari-hati terakhir memilih tidak berontak lagi atas rasa sakit. Ia telah menerima bahwa derita adalah bagian dari hidup. Jalan terbaik adalah menerimanya karena di sana terdapat kesembuhan total.

Tetapi ada sesuatu yang tersisah. Kayla tidak melanjutkan derita fisik seperti Santa Lidwina. Ia tidak mengalaminya. Yang terjadi ia titipkan derita itu untuk semua yang masih mengembara di dunia. Derita fisik bak lumpuh total yang terjadi dalam berbagai bentuk yang harus diterima dengan tersenyum. Ia titipkan derita itu untuk kita yang masih mengembara.LIDWINA GRATIA KAYLA TOLOK 9Satu lagi. Dengan kekuatan Tubuh Kristus. Setiap kali menerima hosti suci, kita ingat, selama 35 tahun Lidwina dapat menerima kenyataan derita hanya dari hosti kudus. Bukan pertama-tama karena hosti itu tetapi di baliknya terdapat makna bagaimana Yesus mengorbankan diriNya, menjadi ‘makanan’ bagi sahabat-sahabatnya. Itulah kasihnya karena “tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih orang yang menyerahkan nyawaNya untuk sahabat-sahabatNya” (Yoh 15:3)

Selamat Jalan Sayang…

Selasa, 1 Setepmber, hari teramat kelabu. Di Warakas V Gang V Tanjung Priok, terdapat deretan panjang kendaraan panjang. Bagi yang datang pada saat-saat akhir sudah pasti kesulitan mendapatkan tempat parkir.LIDWINA GRATIA KAYLA TOLOK 9Semua orang ingin hadir mengupcapkan selamat jalan untuk Kayla. Semua, teman sekelas, kakak kelas, guru, orang tua, kerabat, hadir pada momen ini. Semuanya seakan tak rela, tetapi saat kembali, terasa ada tiga pesan sebagai bekal di saat itu.LIDWINA GRATIA KAYLA TOLOK.12jpgPertama, Kayla si kecil yang lincah, pergi membawa pesan bahwa derita adalah bagian dari hidup. Seperti Santa Lidwina yang menerima derita sebagai bagian dari hidup, Kayla pun mengajarkan, bahwa memang hidup akan semakin sempurna ketika ada derita.  Terhadap derita ini Kayla telah sembuh.tubuhKedua, Kayla yang baru menerima Komuni Pertama, menyadarkaan bahwa seperti Santa Lidwina dapat bertahan hidup dalam 38 tahun karena menerima komuni suci setiap hari, maka hal itu juga terjadi pada dirinya. Si kecil Kayla, belum menerima Komuni Suci. Ia baru punya kerinduan. Tetapi dalam keterbatasannya sebagai kanak-kanak, dia sudah merasakan bahwa ada kekuatan yang memberinya semangat untuk hidup. tubuh kristus1Ketiga, Kaya ajarkan bahwa Tuhan sayang padanya. Tidak ada alasan bagi siapapun untuk dendam, juga buat papa dan mama. Justeru papa dan mama yang selalu aktif di Gereja, akan terus aktif. Ketika aktif, berperan di masyarakat dan Gereja, justeru di sana mereka bertemu Kayla.KAYLATerimaaksih Kayla, terimakasih Lidwina Gratia Kayla Tolok. Hidupnya telah menjadi rahmat (Gratia) yang kautinggalkan untuk kami sayang. Selamat jalan sayangku…………

 KAYLA DAN KELUARGAFoto-foto: Kristina Tere Pukay, Anavia Boro, Maria Goretty Tolok, Robert Bala, dokumen internet.