P. BERNARD BALA ILE LUON, SVD

                 MENEMPUH JALAN…

P. Bernard Bala Ile Luon SVD lahir 21 Juni 1964 sebagai anak ke 5 dari 7 bersaudara di desa Atawolo Lembata dari keluarga Bapak Melkhior Beda Luon dan Mama Monika Gelu.

Pendidikan Dasar dilalui di SDK Atawolo (1972-1977), SMPN Lewoleba (1978-1981), SMA Seminari Hokeng (1981-1986). Memasuki pendidikan di Novisiat Ledalero (1986-1988) dan mengikrarkan Kaul pertama pada 1 Agustus 1988. Pendidikan Filsafat hingga memperoleh Sarjana (1987-1991).

Tahun 1991-1992 melaksanakan Tahun Orientasi Pastoral di Paroki Waipadi Sumba. Tahun 1992 – 1994 menyelesaikan pendidikan Teologi dan mengikrarkan Kaul Kekal pada tanggal 15 Januari 1994. Selanjutnya menerima tahbisan Diakon pada tanggal 20 Maret 1994.BALA ILE3

Ditahbiskan imam pada tanggal 16 September 1994 oleh Mgr Leo Laba Ladjar OFM dan memilih moto: “Langkahku Menempuh Jalan PerintahMu” (Mz 17,5). Misa Perdana Imam Baru di Atawolo, tanggal 22 September 1994. Misa Perdana di Perantauan dipersembahkan di Jakarta tanggal 28 Oktober 1994.

1995 – 1996 mendapatkan tugas di Provinsi Ruteng dan ditempatkan di Keuskupan Weetebula Sumba dan bekerja sebagai Pastor Pembantu di Waimarama.

1996 – 2001 mendapatkan penempatkan sebagai formator / tenaga Pengajar di Seminar Sinar Buana. Tahun 2001 dibenuming menjadi pejabat Sementara Pastor Paroki St. Hendrikus Melolo (Sumba Timur). Pada Februari 2002 diangkat menjadi Pastor Pembantu Paroki St Clemens di Katiku Loku. Pada November 2002 diangkat menjadi Pastor Paroki St Materus Palla

Pada tanggal 6 Pebruari 2002-2004 Uskup Weetebula membebastugaskan P. Bernard dari Staf Pembina di Seminari Sinar Buana dan mengangkatnya menjadi Pastor Pembantu paroki “St Clemens” Katiku Loku.BALA ILE1

Tahun 2006 – 2009 mendapatkan kesempatan penyegaran rohani dengan mengikuti Kursus di Philipina. Sekembalinya dari Philipina, P. Bernard mendapatkan kepercayaanmenjadi Kepala SMPK St. Arnoldus Labuan Bajo hingga saat ajalnya.

Pada Juni 2014, P. Bernard meminta izin provinsial untuk berlibur ke Jakarta sekaligus mengadakan check up kesehatan. Di RS Carlos diketahui bahwa penyakit gulanya sangat serius. Sakit gula telah menggerogoti jantung dan ginjalnya. Dalam keadaan sakit, ia masih sempat menandatangani ijazah siswa-siswi SMP hal mana menunjukkan rasa tanggungjawabnya pada tugas. Kesehatannya menurun hingga menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tanggal 3 September 2014, 16 hari sebelum ulang tahun imamatnya yang ke-20.

Seluruh kisah hidupnya adalah sebuah perjalanan bersama Dia yang memanggil. Ia memilih jalan hidup ini dan secara konsisten menempuh perjalanan bersamaNya. Penyair Antonio Machado mengungkapkan rahasi perjalanan dalam kata-kata: “Bila tidak ada jalan, berjalanlah. Dengan berjalan,meskipun awalnya tidak ada jalan, akan terbentuklah jalan berkat tekad untuk berjalan dan keseringan berjalan pada jalan itu”.

P. Bernard telah menunjukkan hal itu. Ia mengikuti Jalan panggilan Dia dan berjalan hingga wafat. Kepergiannya menebuhkan agar kita pun terus berjalan pada jalan itu. Bahkan ketika terasa sulit oleh tertutupnya jalan, berjalanlah karena dengan berjalan, terbentuklah jalan.

KETIKA SENJA TIBA…..

P. BERNARD BALA ILE LUON, SVD(Untuk P. Bernard Bala Ile Luon, SVD

Ketika ‘senja’ tiba,
rahim ibu pembias kasih
kian hangat oleh serahim
duduk melingkar tidur
mengelus tanda ada
membuat rasa tidak sepi
meski ditinggal oleh yang empunya

Ketika senja tiba,
Mereka duduk bersimbah duka
menetes air mata penuh rasa,
meraung oleh lara tak tertahan
karena kau milik terlahir
bukan dibentuk apalagi sekedar janji…

BALA ILE LUON SVDKetika senja tiba,
malam hitam menambah gelap
karena tersibak rasa palsu nan rapat tertutup
terungkap kata tak lahir dari hati
terbuka laku melawan kata
oleh mereka pemilik sabda

Ketika senja tiba
kasih hanya di kulit terkelupas mudah
oleh rasa tak utuh tak pernah dijangkau
meski sabda indah selangit disanjung
tetapi apa daya laku absen saat ditunggu

Ketika senja tiba,
iri mesti bersujud dipeluk maaf
karena yang punya hidup kautuju
mengepak sayap merangkul ikhlas
menghapus pergi dendam tersimpan.

Ketika senja tiba
jasad dipisah dilepas duka
tapi kasih utuh mendekap erat
karena lahir dari hati
tersiram oleh juang bergandeng tangan.

Ketika senja tiba,
rindu kami menambah rasa
tatap gunung (Ile) menyimpan janji
ketemu nanti di alam damai
berkisah juang pernah tercatat.

Ketika senja tiba,
rindu ketemu kan bukti terpateri
diberi mahkota penanda harga
bahwa juang tak pernah hampa
kuatkan harap bagi yang berjalan

“DI BALIK PUISI” KETIKA SENJA TIBA

Pater Bala Ile Luon, SVD mengungkapkan kesendiriannya dalam duka. Di saat-saat yang paling penting dalam hidupnya, ia justeru dikeliling sana keluarga (yang katanya ditinggalkan demi menjadi penjala manusia). Dua bulan, bergantian menjaga ‘milik’ yang mestinya telah ‘terjual’ di kebun anggur.

Bait pertama dan kedua adalah sanjungan untuk keluarga P. Bernard ‘yang serahim’ yang selalu ada di samping. Saudara sekandung yang berasal dari Kalimantan datang, dari Mbay juga datang, hanya untuk bertemu saudaranya yang butuh pendampingan.

Ketika ‘senja’ tiba,
rahim ibu pembias kasih
kian hangat cinta yang serahim
mereka duduk melingkar tidur
mengelus tanda ada
membuat rasa tidak sepi
meski ditinggal oleh yang empunya

Ketika senja tiba,
Mereka duduk bersimbah duka
menetes air mata penuh rasa,
meraung oleh lara tak tertahan
karena kau milik terlahir
bukan dibentuk apalagi sekedar janji…

Lalu yang memilikinya? Apakah cukup menanggung rupiah? Apakah rasa bisa terbayarkan? Bahkan di saat paling duka, saat ada yang ditugaskan untuk ‘menjemput’ P. Nadus pun tidak mau pulang, biarkan P. Ile ‘terbang’ sendirian, karena ‘masih ada perlu di Jakarta.’ Rasa keluarga terusik karena itulah yang ‘disabdakan’…

Ketika senja tiba,
malam hitam menambah gelap
karena tersibak rasa palsu tertutup rapat
terungkap kata tak lahir dari hati
terbuka laku melawan kata
oleh mereka pemilik sabda

Ketika senja tiba
kasih hanya di kulit terkelupas mudah
oleh rasa tak utuh tak pernah dijangkau

Tapi semuanya itu harus dimaafkan. Apa yang sudah ‘ya sudah’. Harus membuka pintau maaf agar perjalanan jadi ringan. Lebih lagi, ada harapan, semoga Ile (gunung) tanda janji akan bertemu lagi kelak.

Ketika senja tiba,
iri mesti bersujud dipeluk maaf
karena yang punya hidup kautuju
mengepak sayap merangkul ikhlas
menghapus pergi dendam tersimpan.

Ketika senja tiba
jasad dipisah dilepas duka
tapi kasih utuh mendekap erat
karena lahir dari hati
tersiram oleh juang.

Ketika senja tiba,
rindu ketemu jadi pasti
Karena Yang terluka bangkit berjaya
bawa kepastian tak lagi janji

Ketika senja tiba,
rindu kami menambah rasa
tatap gunung (Ile) menyimpan janji
ketemu nanti di alam damai
berkisah juang pernah tercatat.

bala ileRobert Bala, 4 September 2014

Advertisements

6 Responses to P. BERNARD BALA ILE LUON, SVD

  1. sisco_nmg says:

    mnyentuh..semua bisa membuat refleksi dari tulisan ini..

  2. Daniel Lawe Tukan says:

    Temanku yang rendah hati sejak taman pendidikan SMP N lewoleba 1978-1979.Telah tumbuh tersemai dalam ladang pilihan menjadi orang pilihan untuk mengantar
    domba-domba pilihan menuju Sang Sumber..Almahrum Pater Bernardus Bala Ile Semoga Berbahagia dalam Naungan Bapa Sang Sabda.Kami sekeluarga mendoakan.Teman alumni SMPN Lewoleba angkatan pertama ,Daniel Lawe tukan ( tukandaniellawe@gmail.com )

  3. yosepha yauw says:

    Rencana akhir pebruari aku mau ke labuhan bajo kunjung dia. Sekaligus tanya kenapa lama tdk kontak. Karna akhir2 ini aku sering ingat dia. Kangen suaranya… Blm sempat booking tiket kebetulan ada seorang bruder svd singgah kerumah. Saya bilang utarakan niat saya itu. Bruder terkejut sekali dan saya lebih terkejut lagi dengar dia bilang pater nadus sdh meninggal. Ah… shock betul aku malam ini. Kemudian kucari kata kunci nama sahabatku ini di google. Muncullah tulisan ini. Oh..ternyata benar…sahabatku sudah pergi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s