PAK PRABOWO (PASTI) LEGOWO….

PAK PRABOWO (PASTI), LEGOWO…

Saat menulis surat ini, tinggal dua hari lagi pengumuman hasil pilpres 2014. Saya harap semoga surat ini bisa tiba sebelum pengumuman hasil Pilpres, 22 Juli 2014. prabowoTadinya saya bermaksud mengirimnya ke tim pemenangan bapak, tetapi saya kuatir. Banyak berita yang ‘asli’ ‘disortir’ sehingga yang tiba ke Bapak sudah ‘dikemas’. Surat ini akan saya kirim langsung ke tempat Bapak sehingga menghindari hal-hal di atas.

Sebelumnya, saya perkenal diri Pak. Saya bukan tim sukses pada pasangan mana pun juga. Sampai sekarang saya tidak menjadi anggota sebuah parpol. Dengan demikian saya tidakmengatanamakan siapa pun. Untuk itu jelas, saya juga tidak dibayar untuk menulis. Saya hanya orang biasa yang punya keprihatinan.

Memang dalam pilpres yang lalu, saya punya pilihan, tetapi itu tidak berarti saya dibayar untuk memilih. Saya hanya memilih orang karena peritmbangan hati nurani murni.

Memang dalam kasus saya, ada hal menarik. Sudah tiga tahun lebih saya hidup di Graha Raya Serpong, tetapi saat pilpres (juga saat pileg) tidak mendapat undangan.  Hanya berbekal rasa tanggungjawab untuk iktu memilh saya mendekat ke TPS dan untung saja dibolehkan untuk ikut ‘nyoblos.

Bersama saya ada, ada cukup banyak orang. Malah ada yang dari luar daerah, buruh bangunan. Ada juga pembantu rumah tangga yang asalnya jauh. Mereka hanya berbekal ‘KTP’ dan keyakinan mereka sebagai warga negara. Melihat wajah mereka, saya tidak lihat adanya rekayasa.

Mereka dan saya, kami ‘ramai-ramai’ pada pukul 12.00, ikut pemilu, dan hasilnya di TPS 28 di Graha Raya Serpong, Bapak mendapat 200an suara (di bawah 220), sementara pak Jokowi-JK 400an suara. Perbandingannya 40% dan 60%.

Tetapi ternyata hasil kami tidak diakui. Kami pun ‘disuruh’ pemilu ulang, pada Kamis 17 Juli (isteri saya dan banyak orang lagi tidak ikut pemilu). Peserta kali ini turun drastis dari total 600an sebelumnya menjadi hanya 40an lebih.

Meski peserta menurun tetapi hasilnya secara prosentasi, Bapak memperoleh 30% (108 suara) sementara pak Jokowi 70% (280 suara).

Pemilu ulang di beberapa tempat lain pun hampir sama. Ketika diadakan, jumlah peserta berkurang tetapi perbedaan prosentasi tetap.

Lalu apa yang bisa ditafsir dari sini pak? Apakah itu adanya rekayasa? Apakah itu karena ada orang yang ‘dibayar?’. Bisa saja ada dugaan seperti itu, apalagi menurut team bapak ada sekitar 5000an TPS yang begitu. Pasti satu dua kasus bisa terjadi, tetapi saya minta Bapak tidak perlu menggeneralisir.

Dari hati yang paling dalam perlu saya sampaikan bahwa mereka yang memilih dengan KTP (tanpa formulir A5) adalah masyarakat biasa yang ingin menyalurkan suaranya.

Mereka bisa saja memberi suara untuk Bapak, bisa juga untuk Pak Jokowi. Itu yang terjadi ketika hasil hitung pemilu ulang diadakan. Suara berubah karena peserta berkurang tetapi prosentasi nyaris berubah.

Terhadap hal ini, bapak sebagai negarawan, pasti sangat memahami. Bapak mengatakan akan menghormati keputusan rakyat. Itu yang saya kenal dari Bapak, juga dari cara bapak dalam debat kali lalu.

Ada hal yang bapak tidak ikut ‘petunjuk’ tim sukses. Bapak adalah bapak, punya pemikiran sendiri yang saya sangat hormati. Bapak punya pendirian lain yang oleh banyak orang diakui sebagai yang sepatutnya. Hal inilah yang membuat saya kagum pada Bapak.

prabbowoYang barangkali tidak memahami ini adalah team bapak. Lebih lagi koalisi bapak yang tidak rela melihat kenyataan ini. Jadi bukan bapak yang sedih tetapi justeru mereka. Mengapa Pak? Bisa saja karena mereka  punya ‘kepentingan’ pak, dan karena itu Bapak harus menang.

Sementara itu, Bapak sendiri, SANGAT BERSIH (selain masalah lama HAM, penculikan mahasiswa. Itu pun kelihatannya bisa dijelaskan). Apa pun yang terjadi dengan hasilnya, bapak tetap akan sangat terhormat di negeri ini. Apalagi hasilnya kali ini nyaris berbeda. Anggaplah yang menang adalah sebuah keberuntungan dan hal itu dirasakan oleh Pak Jokowi-JK.

Hal inilah yang membuat saya berkesimpulan , bapak adalah orang yang bersih, anak emas negeri ini. Namanya emas, meski dibakar, ia akan tetap emas. Di sinilah, bapak tetap ’emas’. Meski (misalnya) kalah, bapak tetap anak emas negeri ini.

Artinya, kalau kali ini (misalnya saja), Bapak tidak menang, nama bapak masih akan dicatat indah oleh masyarakat Indonesia. Dan mengapa tidak, 5 tahun lagi, Bapak punya kesempatan.

Di dunia ini banyak presiden yang justeru berjaya di umur mereka 70 malah 80 tahun. Di situlah saya yakin, masih ada kesempatan besar untuk bapak, bukan kali ini saja. Sunggh pak. Lebih lagi kalau Jokowi yang kini menang, ingkar akan janji. Tentu orang lalu berpaling 5 tahun lagi ke Bapak.

Kenyataan ini yang buat saya yakin, ketika KPU umumkan hasilnya, Bapak akan tampil elegan. Bapak akan mengucapkan selamat kepada yang menang (kalau bapak kalah). Bapak berbuat lain sementara koalisasi bapak masih akan tidak mau mengaku kalah. Mereka masih akan mencari (cari) alasan. Bapak tahu hal itu.

Hal ini barangkali membuat saya risih dengan pernyataan team pemenangan bapak. Di tengah informasi yang sudah cukup jelas, mereka masih memberi ‘harapan’ kemenangan 1 atau malah kurang dari 1%. Pernyataan mereka membingungkan, tetapi barangkali itu dianggap biasa oleh mereka (bukan oleh bapak).

Karena itu pak Prabowo, kalau ternyata benar bapak kalah (data mengatakan demikian), jangan cemas pak. Apa yang bapak lakukan kini itu MENABUR. Apa yang sudah ditabur pasti dituai pak.

Karena itu melihat kepribadianmu, saya sangat yakin Bapak pasti akan LEGOWO (meski orang ‘dekat’ tidak seperti bapak) menerima apa pun yang akan terjadi. Itu yang terbaik pak.

Dengan itu, bapak akan menjadi aset terbaik yang masih dimiliki bangsa ini dan kita masih berharap, suatu saat Bapak dapat memimpin negeri ini. Hidup Pak Prabowo, Hidup Indonesia Raya. Salam hormatku.

Robert Bala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s