(4) BUS JOHOR BAHRU KUALA LUMPUR, BUKIT CAVES DAN MENARA KEMBAR MALAM

(4) BUS JOHOR BAHRU KUALA LUMPUR, BUKIT CAVES DAN MENARA KEMBAR (PETRONAS) MALAM

Kegiatan sehari di Legoland sangat melelahkan. Mala mini, sebagaimana kami sampaikan ke Diego, pasti bisa tidur di hotel yang lebih baik: JB City Hotel. Kamarnya cukup luas dan lengkap. Kebetulan menurut seorang blooger, JB City merupakan hotel bagus dan murah dari 5 hotel yang direkomendasikan. Wi-Fi juga bagus. Kami bisa menikmati istirahat. Kebetulan Diego sudah rindu nonton TV. Kebetulan di Warm Blanket begitu sederhananya sehingga tidak ada TV. Di situ, dia bisa lepaskan rindunya pada kamar yang agak bagus. Memang begitu rencananya, ada peningkatan dari segi kualitas kamar selama 5 hari berturut-turut.jb city hotel

Malam hari kami cari makan di dekat hotel. Ada restoran orang India (makanan berminyak dan banyak bumbu, tetapi kira-kira itu yang lumayan bagus). Ada juga warung buka puasa sehingga bisa membeli makan, tapi pilihan ke restoran India. Setelah makan langsung tidur malam.

Pagi hari, kami segera ke tempat yang sama. Di sana kami makan pagi. Pukul 08.30 kami ke Larkin lagi karena pada pukul 09.30 harus berangkat ke Kuala Lumpur. Perjalanann ke Kuala Lumpur sangat menyenangkan. Jalannya sangat besar, luas, menyajikan pemandangan yang sangat indah.qistna_promo_rev1

Saya sangat kagum Malaysia. Begitu majunya, beberapa tingkat di atas Indoneesia. Saya lalu pikir, inilah hasil kerja keras dari pemimpinnya dan kesadaran masyarakat. Ada revolusi mental tetapi juga ada mental revolusioner dari pemimpinnya. Perjalanan total 5 jam, meski 4 jam total sudah keluar dari tol Johor Kuala Lumpur.johor bahru klKami tiba di Terminal Bersepadu Selatan langsung mencari MRT ke kota. Tetapi sepintas langsung membaca Bukit Caves. Tempat itu masuk dalam target untuk dikunjungi. Maka kami titip barang dan langsung berangkat ke Bukit Caves.20160626_162026Untuk menitip barang di terminal, harus bayar RM 10. Caranya masukan uang, kemudian diminta membuat password dan konfirmasi password. Kalau ambil, diharapkan masih hafal nomornya dan menekan nomor itu. Ini pengalaman baru.20160626_170758

Tempatnya sangat indah. Ada 272 anak tangga. Di dalam gua, lebih mirip ke katedral. Apalagi pada pukul 6 sore, ada semacam angelus untuk orang India. Mereka berdoa, beri tanda di dahi, dan beri juga air minum. Saya ikut dalam deretan untuk mendapatkan berkat dari penditanya. Diego dan mamanya berada di mulut gua saja dan tidak masuk ke dalam, Mereka capeh setelah mendaki tangga begitu banyak.20160626_163107

Jam 6 kami kembali ke Terminal Besepadu Selatan dan langsung mengatur strategi menuju ke Tune Hotel. Tidak sulit mencarinya. Kami berjalan dengan bersemengat, saat keluar dari Terminaal MRT Sutan Ismail. Di sana segera kami ke kamar dan mandi. Diego begitu antusias karena segera menonton TV. Makan malam waktu itu rencananya dengan murid saya, Clarissa yang saat ini belajar di Kuala Lumpur. Tapi karena salah informasi, maka acaranya tidak jadi.20160626_174938Foto taken by Diego

Kami bertiga makan di pinggiran, mencoba beberapa makanan khas Malaysia, selain ayam penyet. Setelah makan, kami mau melihat menara Kembar KLCC dari dekat, di malam hari. Dinasihatkan naik MRT tetapi kami berkeras kepala jalan kaki saja, apalagi setelah makan malam.20160626_215423[1]

Diego kecapaian setelah jalan kaki dari hotel ke Menara Petronas yang berjarak sekitar 2 km. Lebih hemat, meskipun kecapehan…

Sayangnya, jalan yang kami pilih salah. Seharunya kami berjalan ke depan dan kemudian baru bisa mengambil jalan ke menara. Kami justeru mengambil jalan salah dan akhirnya hanya bisa melihat menara dari jauh. Tidak apa-apa, jadi pengalaman. Besok pagi bisa melihat menara kembali.20160627_092303

Dikira ada di Paris…

Istirahat malam dengan pulas. Pagi hari kami langsung berjalan ke menara sambil beli jajan. Ada seorang dari Burma yang lagi menjual kue-kue. Kami jadikan makan pagi. Perjalanan ke menara pun menjadi berdebar-debar saat suah berada di bawahnya. Wah, megah sekali. Dibuat oleh seorang arsitek asal Italia. Saat berdiri, ia menjadi menara tertinggi di dunia dengan 88 tingkat. Kini sudah diambil oleh China, tetapi masih menjadi menara kembar tertinggi di dunia.20160627_090434

Dari menara, setelah berfoto-foto (ada seorang fotografer asal Jepang yang tidk sempat tanya namanya), kami jalan pulang. Kami lalu putuskan agar segera check out dengan membawa barang-barang ke China Town. Di sana bisa berbelanja, karena barang-barang (katanya murah). Selain itu bisa makan siang sebelum berangkat ke Bandara.20160627_091638

(1) Kalau ke KLCC / Menara Kembar, sebaiknya naik MRT agar tidak tersesat seperti yang kami alami. Akhirnya hanya melihat menara malam hari dari kejauahan.
(2) Makan malam yang murah bisa di China Town. Di sana harganya sangat terjangkau.

(3) Setiap hari Senin, menara kembar ditutup untuk umum.

Advertisements