(5) PENGALAMAN CHINA TOWN – NGAP-NGAP BANDARA – GEYLANG 20

(5)PENGALAMAN CHINA TOWN (KL) – NGAP-NGAP BANDARA – GEYLANG 20

Pukul 10.00 tepat kami check out dari Tune Hotel. Inilah pilihan yang sudah kami peritmbangkan. Kalau terpaksa pergi pulang, takutnya terlambat. Kami pun check out dengan memikul barang-barang.20160627_103647Tune-Hotel-Downtown-Kuala-LumpurProses ke sana berjalan cepat. Kami turun di Plaza Rakyat sesudah itu berjalan hingga China Town. Kami sempat lihat-lihat, makan dan bawa makanan dan putuskan untuk ke Bandara karena sudah jam 11. Dari penyampaian katanya bisa jalan kaki, tetapi kami putuskan naik kereta atau naik bis. Kami pun mengarah pertama ke kereta tetapi yang kami dapatkan harga kereta terlalu mahal. Seorang bisa mencapai RM 50 (sebelumnya RM 35). Kalau bertiga sudah berapa. Itu lebih mahal daripada naik bis ke Johor Bahru.KLIAUntuk tidak jauh dari sana ada bis ke Bandara. Harganya masih terjangkau. Kami pun berjalan, tetapi baru disadari kalau bandaranya (Kuala Lumpur International Airport) terlalu jauh (50 km). Kami tiba sudah pukul 13.30, sementara penerbangan 14.05. Dengan secepat kilat kami lari. Untung saja pesawat delay dan kami masih bisa naik. Oh ya, karean terburu-buru maka isteri saya kelupaan tas di tempat pemeriksaan. Saya harus lari kembali mengambilnya dan dengan cepat berlari ke sana.20160627_103102

Terlalu riskan memang kalau ke Bandara hanya di bawah 2 jam. Dianjurkan bagi yang gunakan bis dari KL Central, minimal 3 jam. Kalau sudah terlambat, sebaiknya ambil Kereta Api (Eh, jangan pakai kata kereta, karena di Kuala Lumpur, kereta artinya mobil. Beberapa kali saya buat pusing orang Malaysia dan mereka juga buat pusing saya karena tanya ‘kereta’).

Penerbangan Kuala Lumpur Johor hanya 30 menit. Tidak terasa kami sudah sampai. Di sana segera cari Bus Cause Way Link menuju Singapura. Harganya terjangkau, RM 8. Dalam perjalanan, Diego kecapaian dan tertidur. Kami bangunkan saat di Johor Bahru Central untuk pemeriksaan paspor.20160627_143409[1]

Yang terekam dalam penerbangan Kuala Lumpur – Johor Bahru

Dari JB Central kami menuju Woodland. Sekali lagi turun. Yang buat lama, harus isi data diri. Padahal di Singapura saya sudah ambil kartu lebih agar diisi tetapi sudah dibuang isteri. Sialan, harus antri dan menulis lagi data-data diri. Proses masuk Singapura sedikit lebih lama. Orang lain cepat tetapi ketika kami, masih banyak pemeriksaan. Dari Woodland, kami melanjutkan dengan naik bus lagi menuju Bugis.  (Oh ya, di perhentian, bisa saja kita naik bis berbeda, tetapi masih dalam satu kelompok bis) Kami pikir ini pilihan terbaik karena bisa makan malam dan selanjutnya bisa melanjutkan ke Gold 81 Hotel yang terletak di Geylang 20.

Tadinya kami berencana ambil MRT ke Alljunied. Tetapi setelah tanya pada sopis bis, mereka anjurkan kami ambil Bis nomor 7 (kalau tidak salah). Dan memang benar. Dengan naik bis, cukup turun di Halte Geylang 14, setelahnya jalan beberapa lorong lagi untuk sampai Geylang 20.

indexGeylang memang memang terkenal sebagai tempat Chinese. Saat jalan, sudah terlibat beberapa bangunan di pinggir, kiri dan kanan dengan lampu remang-remang. Saya mulai tanya-tanya, ini apa ya?  Ketika saya googling, ternyata itu tempat pelacuran terkenal di Singapura. Hotel yang kami tempati ternyata dekat sekali dengan tempat pelacuran. Semua gadis yang ada di situ orang Chinese. Saya tidak tahu apakah Gold 81 dipakai juga sebagai ‘tempat persinggahan’?

Istirahat di hotel cukup memuaskan. Tetapi pagi pukul 05.00 sudah harus bangun, siapkan segala sesuatu. Mama Diego seperti biasa bangun duluan. Kemudian kami bangunkan Diego. Pukul 05.30 kami segera ke terminal MRT Alljunied. Perjalanan sedikit jauh. Lebih lagi saat tiba di sana, kereta arah Bandara lama sekali. Padahal arah sebaliknya sudah lewat 4 kereta.20160628_070228

Air minum di Singapura selalu tersiapkan dengan baik. Kalau ke sana, dianjurkan agar kita bawa tempat minum sendiri. Bayangkan, bisa hembat banyak kalau hanya isu ulang air)

Saat turun di Bandara, setelah tukar di Tanah Merah, tiket kami tidak bisa diterima. Ternyata kurang. Untung saja ada petugs yang membantu kami akhirnya bisa lewat  (setelah membayar kekurangan). Di Bandara kami tidak sempat jalan-jalan karena terminal 47, tempat kami naik pesawat agak jauh.20160627_155915Proses lancar. 2 jam kemudian, dengan Jet Star kami sudah tiba di Bandara Sukarno Hatta. Saat itu pak Kace dan kaka Ines sedang mengarah ke Bandara untuk menjemput. Kami pun tiba dengan selamat dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga.

Catatan:

(1) Kalau terbang dari Kuala Lumpur harus diperhitungkan 3 jam sebelumnya mengingat jarak bandara sangat jauh.
(2) Sebenarnya perbandingan waktu dari bus dan pesawat tidak terlalu jauh. Kalau waktu mencukupi, bisa pilih bis karena lebih ekonomis. Harga bis RM 10, sementara kereta cepat sekitar RM 50. Bedanya besar kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s