(1) KE SINGAPURA-MALAYSIA, LIBURAN TANPA RENCANA

(1) KE SINGPAPURA-MALAYSIA TANPA RENCANA

Tadinya tidak ada rencana sama sekali untuk jalan-jalan ke Singapura apalagi dilanjutkan ke Malaysia. Ide ini justeru datang dari Diego, putera kami yang berumur 5 tahun.

Suatu kali di sekitar bulan Februari, tiba-tiba dia bilang mau ke Legoland. Permintaannya pun nyaris ditanggapi karena saya pikir, Legoland itu di Hongkong atau mana (mirip Disney Land).20160625_110552Tetapi saat bertemu Pak Dwi dari Mentari Books, saya pun disadarkan bahwa Legoland itu berada di seberang Singapura. Apalagi antara Singapura dan Legoland yang ada di Johor Bahru itu ada jembatan penghubung (begitu miskinnya pengetahuan geografi saya).Singapura JohorJembatan penyeberangan Singapura (Woodlands) – Johor Bahru (JB Central)

Meski sudah ada bocoran informasi, tetapi waktu iseng-iseng mau urus tiket, yang diminta adalah paspor. Karena itu urusan pertama adalah paspor beres, kemudian baru pikir lagi tentang rencananya.

Urusan untuk paspor pun lancar-lancar saja. Dengan pengalaman mengurus paspor isteri 2 tahun lalu waktu ke Singapura, maka sudah ada bayangan mengurus paspor online. Kami pun mendaftar online, lalu membayar Rp 355 ribu di BNI. Sesudah itu, kita ke Kantor Imigrasi sesuai persetujuan bersama (tergantung kita).bukti-pembayaran-pasporProses itu pun lancar saja. Saat ke sana, sudah banyak orang yang tunggu. Untung yang menunggu itu kebanyakan masih mengurus paspor secara manual (kasihan juga ya, masih banyak yang buta internet). Kami berdua Diego justeru dapat nomor urut dua. Urusan pun lancar saja. Sekitar jam 10 semua urusan sudah selesai.

Setelah ada paspor, langkah berikut adalah tiket. Pertama, minta bantuan saudara yang punya travel. Setelah tunggu seminggu lebih, kami diinformasikan, harga tiket Jakarta – Singapura PP sekitar Rp 1,5 juta. Untuk tiga orang berarti sudah Rp 4,5 yang tentu saja di luar budget kami.

Iseng-iseng kami cari sendiri. Ternyata bisa dapat harga Rp 1 juta. Setelah cari lagi, ada harga yang lebih murah lagi. Bahkan dalam perjalanan pergi, tiket bisa diperoleh Rp 250 ribu. Kembaliny masih sekitar Rp 400-an. Jadi akhirnya untuk tiket bertiga, total Rp 2.050.000. Harga yang sangat ekonomis. Saat saya informasikan ke teman yang punya agen, dia bilang: “orang tulus, biasanya dapat harga ekonomis”.traveloka

Biaya perjalanan PP di atas sudah menghitung target 6 hari 5 malam. Langkah selanjutnya, merencanakan apa yang bisa dilakukan selama 6 hari tersebut? Waktu yang cukup lama. Dalam perjalanan, kami sepakat, apalagi setelah melihat dan memperitmbangkan banyak hal, kami masukan Kuala Lumpur dalam agenda. Bis dan pesawat kelihatan terjangkau.

Dari sana, langkah selanjutnya adalah langsung membeli tiket hotel via traveloka. Bayangan bahwa malam pertama harus tidur di bandara, malam ke-2 dan ke-3 di Johor Bahru, malam ke-4 di Kuala Lumpur, malam ke-5 di Singapura. Proses mencari hotel via traveloka dengan mengedepankan ekonomis, nyaman. Setiap hari saya harus pergi pulang indomaret membayar harga tiket. Untuk tidak dibeli sekalian melainkan tahap demi tahap sehingga tidak membebankan. Tiba saatnya, semua sudah siap untuk pergi.

Oh jangan lupa. Karena rencana perjalanan dan perhitugan biaya sudah OK maka langkah selanjutnya menukarkan uang saku dalam bentuk dollar Singapura dan Ringgit Malaysia. Kami dapat informasi bahwa salah satu tempat penukaran di Gading Serpong cukup bagus harganya. Karena itu kami pun segera menukarkan uang. 2/3 untuk Ringgit Malaysia. Sisanya untuk Dollar Singapura.

Penukaran uang tentu memperhitungkan semua aspek, terutama makan dan transportasi. Dari sisi makan, di Malaysia sangat murah meriah, yang hemat saya lebih murah dari Indonesia. Dengan demikian target makan bisa diprediksi. Dari sisi transportasi, kami selalu mempertimbangkan transport umum. Di Malyasia apalagi Singapura, transpor umum sangat baik, selain lebih ekonomis.

Bila apa yang diprediksi kurang, saya juga baru tahu bahwa dengan BCA, kita bisa gunakan di Singapura. Itulah persiapan yang dilakukan.

Catatan:

(1) Carilah waktu keberangkatan yang masih dalam low season. Sebagai guru, kami mengambil awal liburan sekolah. Saat itu, banyak orang anak yang masih menunggu liburan orang tua dan menjadi waktu yang pas.
(2) Sesuaikan budget dengan hotel. Hotel di Malaysia sangat terjangkau. Untuk Singapura, harga paling ekonomis di dormitory. Mengingat jarak Singapura dan Johor dekat, maka pilihan menginap di Johor merupakan opsi terbaik.
(3) Bila membawa anak kecil, sebaiknya diinformasikan tentang penginapan. Bila terpaksa menginap di bandara, maka perlu disampaikan agar anak juga bersiap.

(4) Bila mengurus paspor, sebaiknya online dan tidak perlu menggunakan lagi jasa calo. Sebaiknya urus sendiri karena mudah dan murah.