01. CARA CERDAS DAN BARU MENCARI DANA

CARA ‘CERDAS’ (DAN BARU) MENDAPATKAN DANA KOKER

Beberapa hari ini (minggu tiga hari terakhir, terutama sejak malam terakhir sebelum penyerahan Izin Operasional saya selalu bangun sangat pagi sekitar jam 2 dan tidak bisa pejamkan mata lagi. Mungkin karena bunyi suara orang: “saur-saur sambil memukul tiang listrik”. Tetapi bunyi itu mestinya tidak terlalu mengganggu, kalau saya tidur dengan tenang dan tidak ada kecemasan lain lagi.

Bisa saja alasan itu tidak menjadi masalah kalau saya tidak terlalu terpikir oleh masalah yang sedang ada di depan mata: bagaimana memperoleh dana yang cukup untuk bisa memulai SKO San Bernardino ini. Jawaban atas kecemasan ini pun muncul sebagai jawaban, ketika saya melihat bahwa cara baru yang muncul bisa menjadi alternatif dan dapat dilaksanakan bersama-sama.

Memanfaatkan Media Sosial

Saya selalu melihat kekuatan media sosial dan yakin bahwa media sosial: Facebook dan WA (sementara saya belum tahu gunakan twitter, dasar orang kampung).

Kekuatan itu kemudian saya tuangkan dalam menyiapkan press release yang sudah saya siapkan sebelum launching SKO San Bernardino. Press release ini merupakan kesimpulan dan rekaman saya dari hasil diskusi. Harapan dari orang-orang yang ada coba saya rumuskan dalam sebuah pendapat.

Tindakan selanjutnya adalah segera mengirimkan kepada rekan-rekan. Dan di luar harapan saya, ternyata beberapa website menampilkan berita itu. Dalam beberapa hari terakhir, malah saya dapat SMS dari website yang belum kebagian email saya meminta bahan dasar press release.

Lalu apa yang bisa saya gunakan dengan press release yang sudah diterima dan dipublikasikan tersebut? Sekjen Koker memberitahu saya rahasianya. Cuplikan media sosial itu kita bisa langsung klik ‘di bagian Facebook, twiter, google), lalu kita sertakan dengan komentar singkat meminta kontribusi mereka. Jelas mereka tahu bahwa apa yang diminta bukan mengada-ada karena pers sudah memberikan porsi perhatian.

Inilah model baru pencarían dana. Sebuah pencarían dana dengan mengandalkan informasi yang sudah dibeberkan oleh media sosial. Informasi itu akan lebih terpercaya karena sudah dimuat oleh pers, bukan saja satu media tetapi beberapa media. Informasi itu cepat menjadi viral.

Dengan demikian kepada anggota Koker saya selalu memintakan agar forwardkan cuplikan berita dari media di setiap media sosial yang kita miliki. Kita kirim saja. Nanti kalau ada yang mulai ‘memuji’, ‘like’, kita bisa masuk secara ‘cerdas’ dan ‘perlahan-lahan’.

Selain lewat media sosial, cara lain lagi adalah dengan pendekatan ‘alat olahraga’. Ketika kita minta ‘uang’, barangkali terlalu ‘vulgar’. Kita memang butuh duit karena membiayai Sekolah keberbakatan olahraga ini tidak mudah dan murah. Tidak mudah karena butuh proses persiapan. Butuh juga kepercayaan dari pemerintah yang bisa diyakini bahwa sekolah baru ini akan berdampak luas. Tetapi proses yang sulit ini sudah bisa dilewati etapa pertama dengan diterimanya Izin operasional.

Selain itu, agak mahal karena harus mempersiapkan alat olahraga. Cara inilah yang dapat kita gunakan. Setelah menyalami orang lewat Facebook, bisa juga dengan memuat lagi link yang sudah diberitakan media, kita bisa masuk lewat alat olahraga. Di halaman belakang proposal kita sudah ada daftar peralatan olahraga yang kita butuhkan. Kita bisa copykan dan berikan ke teman-teman, meminta kira-kira apa yang bisa membantu. Saya kira dengan pendekatan itu, mereka bisa berkontribusi, minimal Rp 50.000 untuk sekedar membeli kock bádminton atau bola basket standar. Mereka juga mungkin bisa kontribusi beli ‘peluru’ atau ‘lembing’ yang harganya sangat jauh di bawahnya.

Jangan lupa, setelah ada teman yang berminat, jangan lupa kirim nomor rekening Yayasan. Apabila rekan atau teman kita itu dari perusahaan, dia akan memanfaatkan donasi itu sekaligus sebagai bagian dari dana Coorporation Social Responsibility (CSR) atau Tanggungjawab Sosial Perusahaan. Secara sosial, perusahaan diharapkan untuk berkontribusi demi pengembangan sosial. Dengan berkontribusi, maka ‘tekanan membayar pajak yang tinggi’, bisa mendapatkan salurannya. Tetapi mereka hanya bisa memberikan sumbangan untuk Yayasan yang sudah berbadan hukum. Di sinilah kekuatan kita: sudah punya akte notaris dan pensahan dari Kemenkumham.

Bekerja dengan media
Pola baru di atas didasarkan pada keyakinan saya bahwa media adalah sebuah ‘media’ yang artinya pengantara, jembatan mencapai sebuah tujuan mulia. Saya sangat percaya akan media sosial.

Tetapi media sosial ini sebenarnya gampang-gampang susah. Gampang karena dengan mudah kita bisa berkontak dengan teman-teman kita. Dengan mudah kita bisa informasikan kegiatan-kegiatan kita. Dengan mudah dapat dipantau apa yang terjadi selam ini.

Hanya yang tidak dilupakan, media itu ‘merekam’ semua ‘track record’ kita. Ia merekam semua yang sudah kita lakukan. Ia mencatat semua yang pernah terjadi. Artinya semua kegiatan yang dilakukan oleh sebuah badan selalu dipantau dan kalau lupa, masih bisa ‘dicari lagi’ di internet.

Yang saya maksudkan, kejujuran dan ketulusan yang pernah ditunjukkan. Untuk Yayasan KOKER NIKO BEEKER, sebelum menjadi Yayasan, sudah menjadi PANITIA untuk 2 kegiatan penting: pertama Pesta Emas Pater Niko Strawn, SVD dan Emas SMP Lerek. Dari dua kegiatan ini, panitia memperoleh dana yang tidak sedikit. Tetapi melalui media sosial, secara kontinyu disampaikan penggunaan malah saldo yang masih ada. Pembaca akan melihat efektivitas dan efisiensi dari penggunaan. Dengan demikian ketika diminta lagi mereka tahu bahwa hal kecil yang sudah dilaksanakan di masa lampau telah dimanfaatkan. Kini bisa diberikan kepercayaan lagi, kerap lebih besar lagi karena hal kecil sudah dilaksanakan dengan baik.

Inilah yang saya katakan ‘TIDAK MUDAH’. Sadar atas hal ini maka dalam 5K yang ditekankan, pada urutan pertama semua anggota KOKER sepakati bahwa KEJUJURAN adalah hal utama. Dengan jujur dan tulus ikhlas maka ia menjadi modal bukan sementara tetapi modal jangka panjang. Dengan jujur maka Tuhan dan Lewotana tidak akan memalingkan mata. Dengan jujur pula, kita memperoleh kebahagiaan karena tahu bahwa apa yang kita terima benar-benar kita gunakan dan bermanfaat.

Inilah cara baru yang bisa kita gunakan. Selamat mempraktikkan. Tuhan dan Lewotana mendampingi kita. Amin