25. Guruku, Permataku

25. Guruku, Permataku

Di ‘vespertino’ (sehari menjelang hari guru), Bank Permata menyelenggarakan seminar tentang guru dengan judul: Guruku, Permataku. Penulis mengambil bagian dalam kegiatan di Tower Permata Bintaro (24/11).

Robert Bala. Pemerhati PendidikanTentu tanpa terlepas dari niat perbankan mengembangkan sayap (meski disertai promosi keberpihakan sosial), tetapi langkah itu harus diapresiasi. Ada kesadaran bahwa membina guru merupakan langkah cerdas. Di tangannya nasib generasi bangsa ini ditentukan.

Tetapi apa sebenarnya yang menjadi kendala sehingga harapan akan kompetensi guru yang lebih ideal tidak tercapai? Apa sebenarnya yang terjadi dan menjadi kecemasan yang harusnya disikapi segera?

Bukan Administratif

Perhatian pemerintah atas guru harusnya diapresiasi. Terlepas masih adanya guru honor yang digaji ‘seadanya’, alokasi untuk sebagian besar guru sangat besar. Adanya kenaikan yang sangat spektakuler.GABRIEL PITO TUKAN

Di DKI, penghasilan guru PNS golongan III yang sudah mendapat sertifikasi memperoleh gaji pokok Rp 2.763.980, TKD sebesar Rp 2,9 juta, dan tunjangan sertifikasi sebesar Rp 2,168,700. Total yang diterima setiap bulan adalah 7,832,684. Untuk golongan IV bahkan bisa mencapai Rp 8263,700. Gambaran itu tentu tidak beda jauh dengan daerah lain.

Kenyataan itu mendorong seorang pengojek penah berujar bahwa pengalaman kemiskinan ‘Oemar Bakri’, tidak terjadi lagi dengan guru. Jaminan ‘aduhai’ telah diterima dan menjadikan guru sebagai orang yang tidak berkekurangan dan mengapa tidak, berkecukupan, dibanding dengan profesi lain dan apalagi dengan masyarakat.

Tetapi apakah penerimaan yang cukup besar itu diimbangi dengan peningkatkan kinerja kerja? Apakah sertifikasi itu lebih dilihat sebagai pengakuan akan kompetensi ataukah sekedar pemenuhan sejumlah prasyarat administratif yang dengan gencar dicari dan didapatkan tetapi malah mengorbankan pendidikan dan pengajaran itu sendiri?

Tidak hanya itu. Apakah hasil yang sudah cukup lumayan diartikan sebagai sokongan untuk menambah wawasan pedagogis sehingga imbasnya dapat terlihat dari pendidikan dan pengajaran yang diterima murid?

Inilah pertanyaan krusial. Penignkatan penghasilan tentu tidak sekedar diartikan sebagai upaya agar guru hidup layak tetapi juga agar ia kompeten secara pedagogis dalam melaksanakan tuagsnya.

Namun apa yang terjadi? Tanpa merujuk pada studi yang sangat deteil tetapi harus diakui, alokasi penghasilan yang diperoleh lebih ditujukan pada hal-hal konsumtif yang tidak berkaitan dengan profesi. Pembelian kendaraan hingga alokasi untuk hal yang tidak memiliki kaitan langsung dengan pendidikan merupakan contoh bahwa peningkatan kesejahteraan tidak berimbas pada peningkatan kompetensi sebagai guru.gurukuu

Kenyataan ini hendaknya menjadi acuan bagi guru agar lebih mengarahkan peningkatakn penghasilan dengan kinerja. Di sana ia hadir sebagai orang profesional yang harus terus memperkuat kompetensi diri karena justeru itulah yang menjadikannya sebagai pribadi yang patut dihargai.

Pada sisi lain, pemerintah perlu membuat regulasi yang lebih mendorong peningkatan kinerja yang ditunjukkan dalam hasil. Itu berarti, seorang guru akan dihargai karena telah melewati sebuah proses dengan hasil yang terukur. Memang kesan seperti ini terkadang bersifat sangat materialistik. Tetapi ia menjadi indikator yang lebih baik ketimbang sekedar pemenuhan sejumlah prasyarat adnimistratif belaka.

Bak Permata

Menjadikan hasil sebagai bukti dari proses pendidikan tentu saja perlu dirumuskan secara lebih baik. Hal itu penting agar pendidikan tidak bisa dinilai secara material bak sebuah pabrik yang menghasilkan output terukur.

Namun hal itu tidak berarti tidak bisa diterapkan dalam dunia pendidikan. Hal itu bisa teradi ketika sebuah proses dilaksanakan secara baik dengan prosedur yang tepat. Proses pendidikan misalnya akan menghasilkan out put jelas ketika disertai dengan pemahaman konseptual yang jelas. Hal itu terjadi karena hasil adalah buah dari proses yang telah dilaksanakan.

Penegasan ini sejalan dengan tiga konsep penting dalam pendidikan. Di sana ‘concept’ menjadi buah penting yang dipahami untuk dapat diterapkan dalam ‘taught’ atau pengajaran dan terbukti lewat ujuan ‘assesment’ atau ujian.

Dalam kenyataan, pemahaman konsep menjadi hal yang masih jauh. Guru lebih diarahkan dan dilatih pada hal-hal praktis dan pragmatis dalam metodologi serta dilatih untuk menjadi ‘penyiap’ ujian dengan mengantisipasi semua soal dalam ujian, tetapi tidak disadari bahwa sumber pengetahuan yang ia miliki sebenarnya sangat minim untuk tidak dikatakan tidak ada.

Kesadaran inilah yang mestinya dimiliki guru, terutama di Hari Guru seperti yang kini dirayakan. Guru perlu terus meningkatkan pemahaman konseptualnya lewat membaca dan meneliti sehingga padanya selalu ada sumber pengajaran inspiratif yang dapat diberikan kepada siswa.

Hal inilah yang menjadikan guru sebagai profesi yang dihargai bukan terutama karena cara mengajar dan hasil ujian tetapi karena darinya terus mengalir inspirasi untuk sisiwa. Ia akan dianggap ‘permata’ karena darinya selalu berkilau, memancarkan semangat kepada para siswanya. Kompetensi kepribadian dan profesionalisme inilah yang harus terus diperbaharui.

Pada sisi lain, guru juga akan dihargai sebagai pribadi bernilai oleh hasil yang diperoleh. Hal ini lebih dipahami sebagai sebuah kepuasan kemudian karena siswa yang telah menimbah inspirasi hidup menjadikannya sebagai buah pemikiran inspiratif yang memberinya keberanian untuk meniti kehidupan.

Karena proses ini lama maka dedikasi dan kesabaran menjadi kata Kunci yang menjadikannya bernilai. Ia tak henti-hentinya mengabdi karena tahu bahwa proses itu harus dilalui dengan kesabaran dan tak kenal lelah. Konsistensi itu juga yang menjadikan guru sebagai orang yang juga dihargai bak permata.

Sumber Flores Bangkit 26 November 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s