‘ARLO’, KELUARGA, DAN NATAL

‘Arlo’ , Keluarga, dan Natal

Film ‘The Good Dinosaur’, yang dirilis di AS menjelang Minggu Pertama Advent (25 November) di bioskop, tidak dirancang sebagia ‘Film Natal’. Mestinya sudah dirilis pada Mei 2015, tetapi karena ada pergantian sutradara, ia molor hingga kini.

Tetapi nilai kekeluargaan yang ditampilkan, dari persahabatan antara ‘Arlo’ (si Dinosaurus yang baik) dengan Spot (anak manusia gua) menyibak nilai kekeluargaa yang sangat dalam. Bukan itu saja. Di balik film bergenre Animation Adventure ini, juga ada makna Natal.

Sebuah Lingkaran

Persahabatan antara Arlo dan Spot diawali dari sebuah permusuhan. Arlo yang hidup dalam sebuah keluarga pekerja keras hal mana terlihat dari hasil kerja berupa lumbung yang selalu penuh bermusuhan dengan Spot yang hanya hadir mencuri hasil kebun yang sudah rapi tersimpan.THE GOOD DINOSAUR2Usaha mengejar Spot akhirnya membawa keduanya kepada sebuah petualangan. Di sana terasa, ketika semakin jauh, keduanya kehilangan keluarganya masing-masing. Dalam keterdesakan, terjalinlah persahabatan yang justeru jadi nilai yang menguatkan di tengah badai dan ancaman dari binatang lainnya.

Dalam kondisi yang serba mencekam, keduanya menghadirkan kembali kenangan akan yang pernah dimiliki. Dalam sebuah skenario, keduanya secara simbolis menempatkan diri di lingkarannya masing-masing. Di tengah lingkaran, mereka hadirkan tiap anggota keluarga dalam simbol ranting kering.THE GOOD DINOSAUR1Keduanya sadar, nilai keluarga begitu penting. Ketika jauh dari keluarga, maka itu sudah dimaknai sebuah kematian. Lebih lagi bila kematian itu benar-benar terjadi seperti ayah dari Arlo, Henry yang demi menyelamatkan Arlo, ia terbawa oleh arus badai dan banjir nan dahsyat.

Lingkaran pemersatu itu tergambar kembali setelah akhirnya Spot bertemu dengan ayah dan ibu serta dua saudaranya. Spot merasa berat untuk meninggalkan Arlo yang masih harus berjalan mencari keluarganya. Tetapi lingkaran yang dibuat oleh Arlo melingkari kelimanya, menunjukkan bahwa nilai itu yang harus tetap dijaga. Persahbatan dengan yang lain akan berakhir tetapi keluarga abadi.

Nilai yang sama juga akhirnya diperoleh Arlo. ‘Happy Ending’. Di akhir film, ia bertemu dengan Buck dan Libby, serta ibunda Ida. Bertemu dengan keluarga adalah sebuah nilai yang tidak bisa dikalahkan oleh halangan apapun. Demi keluarga, badai, banjir, halilintar, hadangan binatang buas, dan apapun tidak bisa menghalanginya. Rindu akan keluarga mengalahkan semuanya karena di sana, lingkaran tak terputus itu ada.
Natal

The Good Dinosaur yang versi dubbing menjadi Dinosaurus yang Baik menghadirkan nilai yang Natal. Natal, sebuah pesta yang menempatkan kelahiran sebagai hal paling menarik. Ada korban, cinta, dan kehangatan yang menjadikan Natal begitu bermakna. Merayakan Natal karena itu tidak sekedar konmemorasi tetapi juga menggugah setiap orang untuk kembali merayakan hidupnya. Di sana keluarga menjadi hal paling mendasar.THE GOOD DINOSAUR4Agar bisa menuju seberang, Arlo jadi ‘jembatan’ buat Spot.

Orang Amerika Latin misalnya memaknai Natal sebagai “Navidad en la Familia” (Natal di Keluarga). Acara perayaan liturgis tetap ada dalam perayaan misa Malam Natal. Tapi bagi mereka, lebih bermakna merayakan Natal dalam keluarga. Tak heran, selama masa Advent, diadakan semacam katekese keluarga. Para tetangga sudah berkumpul setiap minggu merefleksikan nilai-nilai kekeluargaan.

Di sana Natal dimaknai kembali menemukan keluarga sebagai sumber hidup. Ia adalah nilai yang tak tergantikan. Lingkaran itu tetap tak terputus dan menyatukan semua yang ada di dalamnya. Yang perlu dilakukan adalah menjaganya karena keluarga adalah abadi. Ia tidak bisa disangkali karena di sanalah sumber hidup.

Tetapi nilai itu tidak bisa ada dengan sendirinya. Butuh perjuangan dan pengorbanan. Relasi dengan orang tedekat mudah retak oleh beban yang tak tertahankan. Hidup begitu dekat kerap tak disadari, penuh rasa sakit hati oleh perlakuan terlampau sering. Keluarga kerap jadi ‘sasaran’ emosi ketika masalah itu terjadi dengan orang lain.

Kesadaran akan kekeliruan dan nilai yang sudah ditanam kerap terlambat dirasakan justeru ketika hal itu pudar atau hilang. Arlo, The Good Dinosaur misalnya, mengenang keberanian, rela berkorban dari sang menyelamatkannya bahaya. Rasa lapar yang sangat jauh dari keluarga, mengingatkan bahwa di sana ada gudang, tepat di mana seluruh anggota keluarga menyimpan hasil dari kerja kerasnya.

Nilai ini berada di atas segalanya. Itu pula yang bisa dirasakan dalam Natal Perdana. Kadang hina, aroma menyengat dari kotoran binatang, tidak terasa ketika di sana Maria dan Yosef hadir bersatu sebagai keluarga. Kegembiraan pun lengkap ketika Yesus lahir melengkapi kegembiraan. Itu adalah segalanya.

Nilai itu tidak hadir secara tiba-tiba. Di baliknya ada korban dari Yosef, rasa penuh pasrah Maria akan apa yang aka terjadi (terjadilah padaku menurut perkataanMu), dan terutama rela korban dari Allah yang rela lahir dengan cara hina. Tetapi semuanya semuanya justeru jadi jalan yang dilewati untuk sampai kepada kebahagiaan asli. Natal, Yesus lahir dalam keluarga kita. Selamat Natal.