CHRIS JOHN ‘MENCARI JUARA’ DI LEMBATA

CHRIS JOHN MENCARI JUARA DI LEMBATA NTT

Reality Show Chris John Mencari Juara Indonesia yang santer di salah satu TV swasta akan menjadi nyata di Lembata. Pada Selasa 20 Desember 2016, mantan Juara Kelas WBA akan hadir di Lewoleba Lembata tepatnya di depan Kantor lama Bupati Lembata.

Kehadiran petinju yang dijuluki ‘The Dragon’ ini, demikian tutur penata tanding Willem Lojor adalah untuk memotivasi petinju muda asal NTT. Suami dari Alberta Lureng (yang juga adalah petinju prof wanita) mengatakan NTT selalu jadi gudang tinju. Karena itu atlit muda harus didorong. Apabila anak-anak termotivasi, maka dengan mudah akan difasilitasi untuk berlatih di berbagai sasana baik lokal maupun nasional.chris-john4

MOU antara Chris John dan manajer King Lembata Boxing Camp, Albertha Lureng.

Lebih lanjut, Lojor yang juga Direktur Utama Lembata Promotion Sport & Security menandaskan bahwa pertunjukkan tinju kali ini dapat memotivasi putera dan puteri Lembata untuk bisa menggeluti secara serius tinju sebagai salah satu karir profesional.

Hal itu sejalan dengan rekan-rekan Lojor dari Atadei yang ingin  mendorong lahirnya para atlit muda melalui didirikannya SMK Olahraga San Bernardino pada tahun ajaran 2017/2018.  Melalui sekolah kejuruan ini, diharapkan lebih banyak atlit yang akan termotivasi minimal untuk menjadi juara dalam bidang atletik. Jalan akan menjadi mudah karena SMK Yang bernaung di bawah Yayasan Koker Niko Beeker ini telah bekerjasama dengan atlit senior Eduardus Nabunome dan Chris John.smk-san-bernardino2

SMK San Bernardino di bawah asuhan Yayasan KOKER NIKO BEEKER juga hadir sebagai salah satu penggagas. 

Super Fight

Sebagai bagian dari motivasi, kunjungan Chris John akan juga dilaksanakan pertandingan tinju yang dijuluki: Lembata Super Fight 2016. Ada 3 partai tinju yang akan ditandingkan, masing-masing 6 ronde.wilem-lojor2

Pertama, Kelas Menengah, yang akan memperebutkan Sabuk Kapolres Lembata, AKBP Wresni Haryadi Satya Nugroho, ST. Pada pertandingan ini,  Marco Tuhumuri dari King Lembata Boxing Camp Jakarta akan berhadapan dengan Jecsen Papua dari Banteng PDIP BcJkt.

Di kelas Bantam Yr akan berhadapan antara Marzel Nuban dari Citra Lembata dan Jack Medison dari Grobogan Jawa Tengah Pertandingan ini akan memperebutkan sabuk Ketua DPRD Lembata, Ferdi Koda.chris-john2

Saya mau orang Lembata jadi petinju nasional dan dunia “Chris John”. 

Pertadingan juga akan digelar antara  Thomas Tope Hurek dari Citra Lembata dengan Stefanus Nana Kumbala (Flobamora Gym Jkt). Tope dan Kumba la memperebutkan Sabuk Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk.

Partai utama ini sebenarnya merupakan puncak dari rangkaian pertandingan amatir yang dilaksanakan pada tanggal 16 – 18 Desember. Pada ajang ini, petinju amatir melalui gemblengan Hamid Kosim menunjukkan prestasinya. Dengan kehadiran Chris John, diharapkan petinju amatir yang telah berlatih dapat memperoleh pelajaran langsung dari sang mantan juara Dunia Super Champion.

Sportivitas

Pertandingan yang sponsori  Pemda Kabupaten Lembata dalam hal ini Dinas PPO dan SMK Olahraga San Bernardino,  menurut Lojor, Pemilik King Lembata Boxing, diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Otonomi Daerah Lembata. Semestinya kegiatan ini dilaksanakan menjelang HUT pada 12 Oktober, namun tertunda oleh kesibukan Chris John menyelenggarakan Reality Show Mencari Juara Indonesia.gerie-gelekat5

Eduardus Nabonome dan Frans Amawatanamang, Pengawas Yayasan KOKER NIKO BEEKER.

Selain itu, kepanitiaan pertandingan yang diketuai oleh Wakapolres Lembata, Kompol Yustinus Talo Goro, S.H dan dibantu Kasat Pol PP tidak bisa dipisahkan dari ucapan syukur pemerintah Lembata atas partisipasi menyuskseskan ajang nasional seperti Hari Nusantara yang barusan terselenggara pada tanggal 13 Desember yang lalu. Masyarakat kini harus disuguhi permainan sebagati tontotan yang menghibur, demikian Hamid Kosim yang  juga sebagai penata tinju.chris-john1

Pada bagian lain, Lojor menyampaikan bahwa kehadiran Chris John bisa sekaligus memberikan motivasi tentang sportivitias dalam pertandingan yang bisa disebarkan selama pilkada. Lembata yang akan menyelenggarakan pemilukada keempat di era otonomi, perlu belajar dari tinju. Di atas Ring para petinju bisa berdarah-darah memukul dan menangkis. Tetapi setelah turun dari ring semua harus berdamai lagi karena pukul memukul hanya sekedar tontonan. Yang Menang menghargai yang kalah dan yang Kalah Wajib mengakui serta menghormati yang Menang, Setelahnya tidak boleh ada benci dan dendam (King Lembata Boxing Camp Jakarta).

 

Advertisements