LEMBATA, NARASI ‘SUKA’ ATAU ‘DUKA’?

LEMBATA, NARASI SUKA TAU DUKA?

Di penghujung 2016, saya berkesempatan berada kembali di Lembata. Sudah sekitar 28 tahun lalu saya melwati Natal dan tidak pernah kembali lagi hingga akhir tahun 2016. Sebuah kebahagian yang tidak bisa diucapkan.logo-koker02-copy

Logo Yayasan KOKER NIKO BEEKER. Gambar dua tangan, ekspresi saling membantu demi mencapai kebaikan bersama. Merpati lambang Roh Kudus memberkati dan menguatkan solidaritas. Warna hijau simbol kesuburan dan kemajuan. Warna merah sebagai ekspresi tindakan berani. Ketiga simbol itu membentuk huruf “K” (Koker). K tersebut diwujudkan dalam 5 K (Kejujuran, Komitmen, Kepedulian, Kontribusi, dan Kolaborasi) sebagai nilai yang diperjuangkan dan dipertaruhkan dalam KOKER NIKO BEEKER.

Angan yang ada tentu tidak besar. Hanya dengan semangat persatuan yang diwariskan P. Nicholas Strawn, SVD dan semangat kewirausahaan dari P. Conrardus Beeker, SVD, kami yayasan Koker Niko Beeker ingin melakukan sesuatu.

Berpikir Positif

5 hari berada di Lewoleba, aneka konsolidasi dilakukan. Di hari pertama ssaat melansirkan upaya bertemu semua kandidat cabub-cawabub, seorang sahabat ingin mengatakan lain. Baginya tidak perlu bertemu semua kandiat. Tetapi sebagaimana tekad, dinamika politik di Lembata terlalu ‘tidak bisa diprediksi’. Selain itu, misi dari Yayasan KOKER NIKO BEEKER adalah menjalin persatuan.koker-lewoleba2

Pertemuan Yayasan KOKER NIKO BEEKER Jakart adan Lewoleba. Kita bersatu menjadikan Lembata jadi kian bersatu dan kuat .

Selain itu, dinamika politik di Lembata, hemat saya tidak menentu. Meski pun semua pihak mengkleim diri ‘paling berpeluang menang’, tetapi dari kemiskinan informasi yang saya miliki, saya hanya rasakan bahwa sebenarnya yang paling pasti adalah ‘ketidakpastian’.

Selain itu terlalu banyak ‘permianan’ yang terjadi. Setiap orang dengan ‘triknya’ masing-masing. Bahkan dalam satu keluarga pun kerap muncul aneka sikap. Yang menarik, semuanya menyanjung diri sendiri tanpa kerelaan membuka diri untuk sebuah dialog yang lebih luas.koker-lewoleba29

Semangat persatuan yang ditunjukkan oleh P. Nicholas Strawn SVD. “Supaya semua bersatu di bawah Kristus”. Lembata harus menginspirasi persatuan ini dari sang misionaris satu-satunya yang ada di Keuskupan Larantuka.

Atas dasar ini, upaya bertemu 5 kandidat terus diusahakan. Bila akhirnya hanya sempat bicara dengan 3 kandidat, itu semua sudah maksimal. Saya hanya bisa bertemu dengan Paket TITEN, Sunday, dan Winners. Kesempatan bertemu Victory tidak bisa karena agenda kampanye ke arah Wulandoni. Tidak apa-apa. Orang dekat dari Victory saya temu. Minimal mendapatkan gambaran sedikit (meski tidak banyak).bernardus-boli-rebong1

 

Kita memberi dengan tulus dan bukannya ‘numpang hidup’ untuk cari harga diri melalui embel-embel pelayanan. Bernardus Boli Rebong, pembina yayasan KOKER NIKO BEEKER. 

Lalu apa kesan yang tercipta dari pertemuan tersebut? Secara umum dapat saya katakan bahwa semua calon yang ditemui, mereka tunjukkan diri sebagai  putera terbaik Lembata. Bahwa mereka terpilih jadi calon itu ditentukan juga oleh kualitas pribadi. Saya coba menyibak informasi mereka yang sayangnya kurang saya peroleh. Yang saya dapatkan selama ini lebih banyak hal negatif yang tentu saja dilansirkan oleh lawan politik.

Pertemuan pertama, saya lakukan dengan Thomas Ola Langoday (pertemuan dengan Pak Yentji hanya sebentar di bandara Wunopito saat berangkat dari Lewoleba). Tentang Thomas, kesan saya ia  bak seorang pastor memberikan kata-kata nan bijak dalam sebuah kesantunan yang original. Tidak terasa bahwa orang yang dengannya saya bincang adalah seorang doktor ekonomi UNWIRA.koker-lewoleba30

Thomas Ola Langoday, calon wakil bupati Lembata. “Seorang ekonom, olahragawan’ yang bisa membuat Lembata beda”.

Sambil memegang pundaknya saya bilang: ‘ama ini macam pastor saja’. Ia pun melihat dengan tenang di balik kacamatanya yang tebal.  Gagasannya tentang pembangunan ekonomi Lembata sangat terlihat dikonsepkan dengan sangat rapi. Saya terkagum. Andaikata Thomas dan Yentji terpilih dan kerjasama itu tidak seperti yang terjadi pada sebelumnya (Yentji dan Victor), maka Lembata akan maju. Lebih lagi, kalau paket ini didukung oleh sinergitas dengan DPRD, maka akan sangat dahsyat.

Ada lagi tentang Thomas. Kebetulan misi saya adalah mengembangkan olahraga di Lembata. Karena itu ketika menyinggung SMK Olahraga San Bernardino, terutama visinya untuk “MENJADI LEMBAGA PENDIDIKAN YANG MENGHASILKAN ATLIT, BERPRETASI, CERDAS, DIJIWAI, ENTERPRENUERSHIP (ABCD), saya dibuat kian terkagum.

Thomas, ternyata membiayai kuliahnya dari ‘main bola’. Saya tidak bayangkan bagaimana orang ‘sesopan’ itu bermain bola. Tetapi yang saya tahu, biasanya pemain bola yang hebat adalah orang cerdas. Messi, Ronaldo, memang orang genius. Thomas Ola juga genius. Ia berkisah, dari pinggir lapangan ia membawa buku untuk belajar. Oh ya, karena kekurangan uang, Thomas hampir saja memutuskan kuliahnya pada tingkat pertama dan mau merantau ke Malaysia. Untung saja berkat bola, ia batal pergi ‘melarat’.logo-kabupaten-lembata-nusa-tenggara-timur

Dengan Paket Titen, sebenarnya saya sudah bertemu saat turun di Bandara Wunopito Lewoleba. Herman Wutun yang sudah di ruang tunggu harus keluar sebentar hanya mau bersalaman. Dia mau terbang ke Jakarta, dan saya baru tiba di Lewoleba. Kami pun sepakat bertemu tanggal 21 Desember hal mana tidak terwujud karena saat itu tidak ada jaringan telekomunikasi di Lewoleba. Jaringan putus sama sekali.

Pertemuan akhirnya dengan Vianey Burin yang merupakan teman saat belajar di Seminari Hokeng juga tidak kalah penting. Gagasan membangun Lembata melalui gebrakan infrastruktur merupakan program kuat dari Paket TITEN. Herman dengan wawasan dan koneksi internasional, dipastikan akan tidak bedah jauh dengan Jokowi yang berusaha menggandeng China dalam membangun Indonesia. Herman Wutun sudah dipastikan, apabila menahkodai kabupaten ini, ada gebrakan serius. Sentra ekonomi akan digabungkan.

????????????????????????????????????

Lembata harus jadi milik kita bukan ‘mion’ atau ‘kamen’ tetapi TITEN. Gebrakan infrastruktur ala Jokowi bisa menjadi kekuatan dari Titen.

Tentang Herman, saya masih ingat lima tahun lalu. Yang ada padanya hanyalah ‘mengabdi’ dengan tulus. Mengapa? Dengan posisinya di Jakarta, ia sebenarnya sudah ‘nyaman’. Bagi Herman, menjadi bupati tentu bukan ‘naik’ (kalau dari sisi posisi). Ia ‘turun’ malah. Tetapi ia mau menghadiahkan 5 tahun ini untuk menjadikan Lembata ‘bersatu’, agar semua orang bisa merasa ‘TITEN’, tumah kita bersama.

Cita-cita ini sangat mulia. Lembata dalam beberapa tahun ini, lebih lagi sejak otonomi sudah terkota-kotak dalam kelompok. Pemilukada jadi ajang memperebutkan dan menghidupkan malah membakar-bakar sukuisme. Orang bicara tentang paket calon bupati bukan berdasarkan kualifikasi pribadi saja tetapi juga sesuai dengan asal-usulnya.vian-burinPadahal mereka lupa, sebenarnya rakyat itu tidak ‘sefanatik’ mereka dalam menganalisis peta kekuatan. Bagi raykat, figur yang terbaik itu akan dipilih. Mereka tidak akan memilih seseorang hanya karena berasal dari satu daerah. Inilah yang bisa saja menjadi ‘hiburan’ bagi paket TITEN. Keduanya berasal dari ‘Selatan’. Apabila kualitas diri ini bisa dijual, hemat saya paket ini sangat menjanjikan.

Memang di sana sini masih ada orang yang menyesalkan mengapa Herman tidak berpaketan dengan Alex Making hal mana sudah pernah dideklarasikan. Bagi mereka, kemungkinannya akan lebih besar bila dibandingkan dengan Vianey. Tetapi itu tentu tidak menjadi ukuran. Yang diperlukan adalah networking dari seorang bupati, Herman Wutun.

Kehadiran Herman hemat saya menyentuh, khususnya bagi mama saya. Saat berbincang yang akhirnya melantur ke politik, mama saya yang sudah 77 tahun mengucap: “ama, saya tidak tahu, tetapi waktu dengar ‘orang itu’ (Herman Wutun) saya senang”. Saya tidak tahu apa artinya senang. Maaf orang kampung, tetapi bisa ditafsir bahwa dalam arti tertentu, Herman juga menyentuh orang kecil.

Dengan Lukas Witak, saya tidak habis dibuat berpikir. Pikiran strategisnya hemat saya, luar biasa. Dengan berbekal jadi asisten 2 selama belasan tahun memberikan pemahaman yang sangat dalam dan luas tentang Lembata. Lukas sudah mengetahui dari dalam. Kepada Lukas saya berbisik: “visi dan strategi ama amat luas. Saya rasa Lembata akan lebih maju kalau ada di tangan ama”.koker-lewoleba33

Lukas Witak seorang ahli strategi dengan visi yang sangat menarik. Membangun Lembata dengan memebanahi birokrasi.

Pertemuan kami hanya berlangsung 1 jam karena ada keluarga yang meninggal. Tetapi mendengar pemaparan Lukas, saya merasa figur ini sangat potensial. Ia memahami birokrasi dari dalam. Ia sudah mengetahui kelemahan dan kelebihan yang ada dan bila mesin birokrasi ini bisa dihidupkan, maka akan menjadi sebuah gebrakan yang luar biasa.

Lukas berbisik: “Banyak kali saya sampaikan itu kepada pengambil keputusan berkaitan dengan kebijakan strategis. Namun usulan saya tidak terlalu digubris. Kini saatnya saya yang mengetahui masalah dari dalam, bisa mengambil keputusan”.

Sebagai orang yang mendalami Public Speaking, saya menyadari dengan segera bahwa apa yang disampaikan Lukas itu lahir dari hatinya yang tulus.

Dari pertemuan singkat, saya terkagum dengan kunjungan Lukas Witak ke Dulir. Bagi orang Atadei, Dulir dan Lamanuna adalah kampung yang paling pinggir di Atadei. Ada kendaran yang bisa ‘dipaksa-paksakan’, tetapi adalah lebih baik jalan kaki daripada naik motor. Dulir ini tidak bisa dijangkau oleh siapapun kecuali yang punya hati dan punya komitmen membangun dari pinggiran.

Witak telah mengambil posisi yang sangat tidak populer. Ia mengunjungi Dulir, melewati Waibura, pantai yang jadi tempat kesayangan saat masih kecil. Witak berpikir bagaimana menggagas kebun kacang sehingga potensi itu bisa lebih kuat lagi.

Dari uraian dengan Witak, saya berbisik kepadanya: “ama ini seorang visioner dan ahli strategis”. Saya senang dengan pikiran strategis. Kita harus berpikir seperti itu. Sementara itu saat mendengarkan uraian visi dan misi Yayasan KOKER NIKO BEEKER, saya mendengar sebuah ucapan dan saya kategorikan Witak sebagai ‘tokoh’. “Ama, kalau lihat pemaparan Yayasan yang berpijak pada tiga pilar: Budaya, Persatuan, dan Kewirausahaan’ maka siapapun jadi bupati Lembata harus mendukung hal ini.notaris-koker-niko-beeker

Yayasan KOKER NIKO BEEKER, disayhkan dengan akte Notaris No 03 November Tahun 2016. Bersatu kita teguh dan tidak akan pernah membiarkan keruntuhan terjadi. 

Ini ungkapan orang cerdas. Saya sangat yakin bahwa Lukas ini punya hati mulia dan berpikiran luas. Ia tidak begitu egois melihat kekuasaan sebagai seusatu yang diperebutkan. Atau kesempatan itu ia bisa manfaatkan untuk ‘meminta dukungan’. Dia tahu kalau orang Jakarta pulang dan bicara, pasti orang dengar. Tetapi Lukas mengutarakan sebuah ungkapan cerdas. Kalau Lukas terpilih hemat saya, Lembata tidak sia-sia berada di tangannya.

Semuanya tidak kurang. Saya berkesempatan beradiensi dengan penjabat bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk. Pertemuan berlangsung sejam di rumah kediaman. Lebih lagi pertemuan terjadi pada minggu pagi, saat bukan jam kantor.  Di tengah kesibukannya, ia bisa menyempatkan diri mendengarkan ungkapan hati dari Yayasan KOKER NIKO BEEKER.koker-lewoleba4

Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk ‘siap tempur’ dan siap mendukung SMK San Bernardino di bawah asuhan Yayasan KOKER NIKO BEEKER.

Beberapa saat Piter Manuk terkagum atas program. Ia mengapresiasi atas visi misi yang akan menjadi motor penggerak utama. Lebih lagi ia terkagum karena Yayasan Koker Niko Beeker bisa mengadakan pelatihan untuk para guru dalam hal menulis. Lebih lagi pelatihan itu dibuat secara ‘gratis’. Kekaguman rupanya belum selesai ketiak disampaikan bahwa YAYASAN KOKER NIKO BEEKER telah mengirim (dan kini sudah tiba 9/1/2017) 350 judul buku baru untuk Perpustakaan Daerah Lembata. sumbangan-buku2sumbangan-buku3

Yayasan KOKER NIKO BEEKER yang barusan berdiri November 2016, telah menyumbang 350 buku baru dari berbagai judul untuk Perpustakaan Daerah Lembata.

koker-lewoleba23koker-lewoleba24

Di atas ring tinju, SMK Olahraga San Bernardino secara resmi dideklarasikan. Bupati Lembata: “Semua anak yang berprestasi dalam olahragra harus masuk dan belajar di SMK Olahrarga mulai tahun ajaran 2017/2018”, tanda Piet Manuk.

Sejam bertemu dengan Manuk, saya memang benar-benar meneguhkan apa yang diungkapkan spontan orang. Bagi mereka, dalam waktu yang sangat singkat sebagai penjabat bupati, Piter bisa melakukan hal-hal besar. Ia mengadakan konsolidasi dengan banyak pihak terutama dengan DPRD yang selama ini jadi ‘musuh bebuyutan’.

Tidak sedikit orang mengatakan: “Mengapa bukan Piter Manuk saja yang jadi bupati”. Sebuah ekspresi spontan memang. Keberhasilan itu juga dilihat dalam upaya menyukseskan perayaan Harnus di Lembata. Manuk memang orang Lembata yang punya potensi luar biasa. Kehadirannya bisa membawa sesuatu yang lebih baik.koker-lewoleba18koker-lewoleba17

Dukungan Chris John terhadap SMK San Bernardino.

Pada sisi lain, Manuk punya hubungan kebatinan dengan orang Lerek. Pendidikan SD dilewatkan di Lerek. Ia mengetahui hal-hal yang terjadi di Lerek dan merasakan bagaimana menjadi orang Lerek. Dengan demikian saat berbicara tentang akar dari Yayasan Koker Niko Beeker yang berasal dari Lerek, ia kian bersemangat. “Go ga ipei ene bo ama” (saya juga makan kacang ipei).gerie-gelekat5

Dukungan ‘Eduardus Nabunome’ pelari pemecah 20 rekor hingga kini belum terpecahkan. Siap membantu SMK Olahraga San Bernardio.

Kecerdasan seorang Manuk juga diukur dari fleksibilitasnya menanggapi ide-ide besar. Saat diminta memberikan rekomendasi berdirinya SMK Olahraga San Bernardino, ia berucap: “Ama siapkan konsepnya, tinggal saya ‘wegor’ (tanda tangan) saja”. Hal itu ia tunjukkan saat membuka secara resmi acara tinju di Lembata. Di atas ring, ia memanggil Yayasan KOKER NIKO BEEKER dan menandatangani secara resmi dukungan pemerintah Lembata atas berdirinya SMK San Bernardino.

Ada Duka?

Saya kembali ke Jakarta dengan sebuah optimisme. Tujuan luhur membuat sesuatu untuk Lembata mendapatkan berkah dari leluhur. Lebih lagi saat perjalanan pulang, dalam pesawat kami bersama Yentji Sunur dan Piter Manuk. Ada juga anggota DPRD yang tengah dalam proses asistensi APBD. Saya merasa inilah sebuah tanda alama kan persatuan yang akan dimiliki Lembata.tekutuklah-yang-memecahbelahkan-lembataterkutuklah

‘Tekutuklah orang Lembata yang mau memecahbelahkan Lembata” Guru Gute Betekeneng

Tetapi apakah proses itu akan kian kuat? Apakah itu bertahan? Saya memang optmis. Terlepas dari iklim saling menyerang yang kerap saya dengan dan baca melalu media sosial, saya memiliki optimisme bahwa proses itu akan berjalan dengan lancar.

Tetapi di awal Januari, saat adanya perombakan ‘besar-besaran’ di Pemda Lembata, saya menjadi terkejut dan tersentak dibuat tidak percaya. Di satu pihak kita harus berpikir positif. Perlu ada penyegaran agar birokrasi itu bisa berjalan dengan lebih maksimal. Seorang pemimpin harus bernai megnambil tindakan yang cerdas yang dianggap sebagai langkah strategis.bersatu

Dalam proses itu tentu saja ada yang tidak setuju. Mereka sudah ‘nyaman’ di posisi sebelumnya.

‘Gebrakan’ baru tidak akan diterima. Itu wajar saja terjadi. Lebih lagi kalau pergantian itu memang karena orang yang selama ini berkuasa tidak menunjukkan kinerja positif. Kita semua perlu mendukung hal ini.yayasan-koker1

Tetapi apa yang terjadi ketika ‘perombakan’ itu berhubungan dengan ‘tendensi politis’ tertentu? Apa yang terjadi ketika pendukung ‘ini’ dan ‘itu’ tidak lagi berkuasa dikarenakan oleh dukungan ke paket yang ‘ini’ dan bukan ‘itu’? Inilah sebuah pertanyaan yang perlu kita análisis. Saya memberikan perhatian karena semua yang saya sebutkan di atas adalah orang-orang hebat yang punya pemikiran cerdas. Tentu saja mereka punya pertimbangan yang bagus.koker-lewoleba19

Pelatihan menulis untuk 100 guru di Lembata (Lewoleba 19 Desember 2016).

Khusus dalam kaitan dengan Penjabat Bupati, apresiasi saya sangat besar. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa dari kelima kandidat, ia juga punya ‘preferensi’ dengan paket tertentu, itu wajar saja.  Semua orang punya hak sebagai warga negara untuk mendukung siapapun.  Tapi hal itu pasti sudah dikalkulasikan dengan baik bahwa yang dinantikan masyarakat adalah adanya perbaikan. Kekeliruan masa silam apalagi friksi yang terjadi dalam masyarakat tidak mesti terjadi lagi. tekkutuklah2

Dengan susah payah mereka membangun Lembata, ‘jangan kita pecahbelahkan’ dalam politik pragmatis-egoistis. (Guru Gute Betekeneng)

Yang kita tidak inginkan, adanya perombakan itu bersifat tendensius, hal mana dianalisis beberapa orang. Saya tidak 100 persen mendukung kecurigaan seperti itu. Tetapi semuanya akan dibenarkan dalam waktu yang tersisa. Apabila perombakan itu ternyata menghasilkan sebuah kinerja yang lebih baik maka itu menjadi pembenaran. Kecurigaan pun akan gugur.

Tetapi bila perombakan itu justru diikuti dengan cara yang tidak elegan, maka Lembata akan kembali terkoyak. Kepemimpinan baru yang dihasilkan tidak lagi sesuai harapan. Kita tentu kecewa karena pesta demokrasi ini tidak menghasilkan putra terbaik yang harus memimpin Lembata. Kita akan kembali meletakkan Lembata dalam narasi duka.yayasan-koker010

‘Koker’ leluhur memberkati.

Kita tentu berharap agar proses pilkada menghasilkan sebuah narasi suka. Dalam proses itu, kelima kontestan bertarung secara profesional. Rakyat dibiarkan memilih dan menimbang dan menentukan dengan hati nuraninya. Itu yang terpenting.

Tetapi kita akan berduka ketika proses ini dicederai. Ketika permusahan yang justeru dibangund an bukannya persaudaraan. Yang rugi tentu saja Lembata. Kita berharap, semua narasi duka yang terkesan ada dapat kitra transformasi menjadi narasi suka. Transformasi narasi ini ada pada tangan kita semua. koker12Robert Bala. Diploma Resolusi Konflik Asia Pasifik Universiadad Complutense de Madrid – Spanyol.

Advertisements