MARIO (TAK) TEGUH?

Mario (Tak) Teguh?

Dalam waktu yang relatif singkat, karir yang begitu lama dibangun Mario Teguh goyah. Pasalnya, Ario Kiswinar mengaku di depan media (Hitam Putih) bahwa ia adalah putera dari motivator kondang, Mario Teguh.

Apa yang terjadi? Nasihat yang begitu indah terdengar dari mulut Mario Teguh berubah jadi boomerang untuk dirinya. Ada yang memberi komentar miris tentang Mario Teguh. Kata-kata yang diucap indah tetapi tidak seindah realita. Lalu siapa yang akan dipercaya? Mengapa bisa terjadi demikian?

Dua Kesaksian

Pengakuan Ario pada awalnya ditanggapi miris oleh banyak orang. Banyak kali ada kasus serupa. Terhadap orang yang sukses, kerap hadir orang yang coba mengais untung mengklaim kedekatan pada orang itu. Lebih lagi dalam kasus ini, Ario begitu berani mengaku sebagai putera karnal dari Mario Teguh.mario-teguh1Jawaban bahwa itu adalah hasil perselingkuhan ibu Ario dengan orang lain pun tidak begitu saja dipercaya. Publik merasa bahwa Mario Teguh selama ini terlihat sangat jujur dan tulus. Kata-kata bernas menunjukkan orang yang punya kejujuran dan ketulusan hati.

Tetapi publik mulai bertanya-tanya ketika sang adik kandung Mario Teguh, Permata Kumara Teguh, mengatakan hal yang justeru mendukung Ario. Baginya, selama menjalin menjadi isteri Mario, sang kakak ipar adalah ibu rumah tangga yang baik sehingga keterlaluan kalau dianggap selingkuh.  Itu berarti, apa yang diungkapkan Mario tidak benar. mario-teguh3

Lalu siapa yang harus dipercaya? Apakah kata-kata Mario tentang mantan isterinya, Ariani yang selingkuh ataukah pengakuan keluarga yang diteguhkan adiknya bahwa perceraian itu terjadi karena hadirnya orang ketiga?

Kalau masalah perselingkuhan itu benar, maka sudah dipastikan bahwa Mario mengambil keputusan yang tepat. Mario tentu saja sangat sakit hati ketika isterinya memiliki relasi gelap dengan lelaki lain. Wanita itu begitu hina karena di depan suaminya yang tentu membanting tulang untuk mencari rezeki, begitu tak teganya melukai sang suami dengan mengadakan relasi dengan orang lain.mario-teguh5

Sampai titik ini saya sangat setuju dengan pilihan Mario memutuskan sama sekali relasi dengan mantan isteri dan anak (yang bukan anaknya). Pemutusan  kontak, masih dimengerti. Itulah pilihan yang benar. Bertemu dengan anak yang merupakan bukti ketidaksetiaan sang ibu, maka pilihan yang paling tepat adalah tidak bertemu lagi.

Tetapi apa yang terjadi ketika bukan perselingkuhan yang terjadi tetapi justeru pengkhianatan karena adanya orang ketiga? Kalau sampai terjadi, betapa sedihnya hati seorang isteri, Ariani, yang menurut kesaksian Permata Kumara Teguh, diceraikan. Lebih lagi, setelah diceraikan dan menderita selama 20 tahun, kini dituduh melakukan hubungan ‘terlarang?’ Ia bak sudah jatuh kini tertindih tangga.mario-teguh7Jelasnya, ia sudah menderita sendirian dan besusah payah membesarkan anaknya. Ia telah rela ditinggalkan dan terus berusaha untuk bangkit. Kini, ketika sang buah hatinya (dengan Mario Teguh, kalau itu benar) berusia dewasa (31 tahun), ia malah menerima kabar tak sedap sebagai isteri yang saat masih berumah tangga dengan Mario, justeru berselingkuh.

Ariani tentu merasa tak berdaya. Kata-kata Mario akan lebih mudah diterima publik. Ia hanya pasrah karena orang akan membela habis-habisan Mario. Mario sebagaimana kata-katanya tentu saja dilihat orang baik. Ia akan terus disanjung karena ia menjadi motivator setelah menyusun kembali puing-puing kehidupan pasca dikhianati sang isteri.

Tetapi apa yang terjadi ketika kata-kata Mario itu justeru sekedar hiasan penuh bunga yang menghipnotis orang tetapi di baliknya justeru menyembunyikan dusta? Inilah teka-teki yang masih harus dijawab.

Perlu Diam

Peristiwa yang tengah melanda sang motivator kondang Mario Teguh tentu saja masih dalam proses. Terlepas dari hasil DNA yang awalnya diminta Mario Teguh, tetapi kisah ini memberikan pembelajaran berharga bagi para motivator.

Para motivator memiliki senjata ampuh yakni ‘kata’ dan hanya kata. Di mulutnya huruf itu dirangkaikan menjadi kata dan kemudian disusun menjadi kalimat. Rangkaian kata itu diatur secara ‘super’ sehingga kedengaran indah dan menawaran. Di sinilah letak kekaguman yang dimunculkan atas kepiawaian Mario Teguh merangkai kata. Proses itu pula telah meletakkannya sebagai motivator terunggul di negeri ini dengan bayaran yang tentu tidak sedikit. Setiap kata yang keluar dianalogkan dengan argo Taxi yang semuanya bernilai uang. Untuk motivator sekaliber Mario, pembicaraan per detik sudah bernilai ratusan ribu malah jutaan. Bisa dibayangkan ketika harus berbicara sejam atau lebih.mario-teguh6Tetapi kerap ketenaran dalam berbicara tidak disertai kebutuhan untuk diam. Seorang motivator atau orator terlampau suka berbicara. Ia terbiasa merangkai kata untuk dapat disampaikan kepada orang lain. Ia lupa bahwa dalam diam, ia bisa lebih memaknai kata-kata. Orang Spanyol benar ketika mengatakan: El silentio es la cuna de la palabra (Diam adalah rahim tempat lahir kata-kata).

Dalam diam, seseorang tidak saja tergoda untuk membuat pesona orang lain tetapi memikirkan kembali kata-kata itu agar dapat bermakna bagi dirinya. Ia menikmati hasilnya karena apa yang dikatakan juga membawa perubahan bagi dirinya. Hal ini penting karena apabila kata-kata itu hanya diutamakan indah didengar orang lain maka cepat atau lambat menjadi boomerang bagi diri sendiri.

Di sini dia menjadi sebuah tuntutan. Seorang motivator atau orator kerap harus mengambil waktu diam. Ia menyepi dan menyendiri untuk bisa bergaul dengan dirinya sendiri. Ia mempertanyakan dirinya sendiri. Ia menggugat diri secara jujur apakah dirinya sendiri masih menjadi sumber kebenaran atau terlampau tergoda untuk memotivasi orang? Bila terjadi demikian maka sang motivator akan menjadi semakin kecil oleh kesaksian hidup meski pada saat bersamaan ia bisa saja begitu disanjung orang lain.

Pada kisah Mario Teguh di atas, saya tidak sementara mengatakan bahwa yang salah adalah Mario Teguh dan yang benar adalah Ario Kiswinar Teguh. Atau saya tidak mengatakan bahwa Ariani yang pernah menjadi isteri Mario Teguh telah berbohong. Yang mau disampaikan, bahwa dalam proses itu, diam belum banyak diberi tempat.

Diam yang mesti dimiliki oleh sang motivator kondang untuk melihat bahwa ketersohoran dan sanjungan tidak bisa dijadikan ukuran semata-mata. Yang akhirnya menjadi bukti adalah kesesuaian antara kata dan perbuatan. Kata yang diucapkan bisa saja kedengaran indah dan menjadi inspirasi bagi banyak orang yang mendengar tetapi kehilangan gairah hidup bagi diri sendiri.

Untuk itu, kisah ini bisa saja berakhir dengan kemenangan Mario Teguh. Itu bisa saja benar. Tetapi yang mau dikatakan, bagaimana pun ‘silentio’ itu perlu dimiliki. Ia perlu banyak menyepi dan menyendiri untuk berbicara dengan batinnya. Di san akan lahir kata-kata baru yang lebih dahsyat dan bermakna. mario-teguhTetapi bila yang digugat Ario Kiswinar dan didukung Permata Kumara Teguh itu benar, mestinya Mario Teguh tak perlu putus asah. Untuk sebuah waktu, ia harus menerima bahwa karir yang sudah lama dibangun bisa saja goyah. Popularitas itu bisa sangat turun hingga level yang memprihatinkan.

Tetapi itu bukan tanpa berkah. Proses dijauhi dari publik mesti dilihat sebagai berkah karena di sana ia akan bergaul lagi dengan diam, sepi, sunyi, dan sendiri. Di sana seorang motivator kondang bisa bergaul dengan diri sendiri. Tentu hal itu tidak terjadi secara otomatis. Aa Gym dai kondang menerima risiko dijauhi. Tetapi ia cepat bangun karena disertai kerendahan hati mengakui apa yang dilakukan. Ia berani tampil tanpa memersalahkan orang lain.

Proses ini juga yang diharapkan pada Mario Teguh. Keberanian mengakui kekeliruan bukanlah hal jelek. Mengutip kata-kata klasik: Errare humanum est (berbuat salah itu manusiawi). Yang tidak manusiawi malah disebut sudah dikuasi iblis ketika perseverare diabolicum alias terus ‘kekeh’ dengan kekeliruan dan tidak mengakui kekeliruan.  Artinya, apabila yang diungkapkan Ario (yang mengklaim sebagai anak) dan Permata (saudarinya) itu benar adanya, maka perlu kerendahan hati mengakui.mario-teguh2Memang kerendahan hati seperti ini untuk sementara waktu jadi bahan celaan. Pribadi yang tadinya bijaksana dan begitu teguh menasihati, akan dinilai ‘tak teguh’. Tetapi masih ada kesempatan kedua yang akan membuat seseorang lebih teguh karena sukses membangun kembali sebuah kehidupan yang lebih didasarkan pada keberanian, ketulusan, dan kerendahan hati.

Robert Bala. Mendalami ‘Hablar en Publico’ (Public Speaking)  di Universidad Complutense de Madrid Spanyol.