YAYASAN KOKER NIKO BEEKER LAHIR

YAYASAN KOKER NIKO BEEKER ‘LAHIR’

31 Oktober 2016

Hari Senin 31 Oktober 2016 pukul 16.30, bertempat di Kantor Notaris Lois Hutauruk di Jl Waru no 15 Rawamangun, telah diresmikan berdirinya Yayasan KOKER NIKO BEEKER. Sebuah yayasan yang tidak hadir dengan sendirinya. Ia sebenarnya puncak dari sebuah awal dan proses panjang yang telah diletakkan dasarnya oleh pendahulu (sebut saja Victor Nimo Wutun, Yoachim Boli Lajar, Lukas Berino Hendakin) sekedar menyebut beberapa nama.koker-niko-bekerApa sebenarnya yang menjadi kekuatan dari Yayasan ini? Bagaimana proses hingga melahirkan Yayasan dengan nama KOKER NIKO BEEKER?

Panitia (demi Panitia)

Sesungguhnya sudah menjadi kebiasaan, ketika ada urusan di kampung halaman (lewotanah) dibentuklah panitia. Ada panita penahbisan imam baru, panitia generator listrik, panitia pembangunan gereja, dan lain-lain. Panitia ini bergerak untuk satu kegiatan. Ketika kegiatan itu selesai, maka panitia pun selesai.koker-niko-beeker8Tekad meningkatkan kepanitiaan ke tingkat Yayasan semakin besar gaungnya dalam Pesta Emas P. Niholas Strawn SVD. Dalam perayaan ini tercetus bahwa nama dari Yayasan harus merupakan penggabungan dua tokoh sentral Paroki Lerek: Pater niKO dan BeeKER jadi KOKER.

Hal serupa diteruskan dalam beberapa kegiatan terakhir yang diselenggarakan di Jakarta. Pada tahun 2012 sekelompok warga Paroki Lerek di Jakarta mempersiapkan Pesta Emas Imamat P. Nicholas Strawn SVD. Terbentuklah panitia yang menyelenggarakan 3 perayaan berbeda yakni di Waikomo (2 Februari 2012), di Jakarta 20 Mei 2012 dan di Lerek pada tanggal 28 Juni 2012.

Pada 2 Juli 2015, panitia dengan pengurus yang hampir sama menyelenggarakan perayaan Emas SMP Lerek. Di sela-sela persiapan pemberkatan Gereja Atawolo pada 5 Juli 2015, diselenggarakan pembekalan guru di Paroki Lerek dengan peserta 150 orang. Dengan berbekal kepercayaan menyelenggarakan kegiatan sebelumnya, panitia berhasil memboyong Penerbit terbesar Erlangga untuk hadir di Lerek.koker-niko-beeker5Thomas Ataladjar dan Bernardus Boli Rebong, dua tokoh inspirator di balik aneka kegiatan. Berbincang membangun link dengan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi NTT dan juga Pjs Bupati Lembata Sinun Pieter Manuk.

Setelah kegiatan besar itu, panitia yang sama turut terlibat dalam beberapa ‘kegiatan kecil’ antara lain: support pemberangkatan almarhum P. Bernard Bala Ile Luon, SVD, perayaan 40 hari P. Ande Mua SVD (2 Agustus 2014) dan perayaan 40 tahun imamat dan 25 tahun sebagai uskup, Mgr Leo Laba Ladjar OFM (Sabtu 7 November 2015).

Dalam menyelenggarakan kegiatan ini, panitia menyadari bahwa kepanitiaan bersifat sementara. Kita bekerja sekedar mencapai satu tujuan tetapi sesudahnya ‘absen’ sampai menunggu kegiatan berikutnya. Di sana tidak ada kesinambungan.koker-niko-beekerP. Yosef Tote OFM selalu ada di samping panitia perayaan. Mengikuti tahap demi tahap sepak terjang Panitia dan kini Yayasan KOKER NIKO BEEKER. Tengah audiensi dengan Dirjen Bimas Katolik Samara Duran

Untuk itu, setelah selesainya kegiatan tersebut, segera digagas berdirinya Yayasan mengingat salah satu program panitia adalah pemberdayaan. Tercetuslah untuk segera mendirikan Yayasan dengan Pembina / Pendiri P. Yosef Tote OFM, Bapak Bernardus Boli Rebong, Bapak Thomas Ataladjar, dan pengurus antara lain Robert Bala, Damianus Dai, Niko Hukulima, Kristina Tere Pukay, Fransiska Maha Pukay, Evie Rebong, sekedar menyebut beberapa nama.yayasan-koker1Audiensi dengan Bapak Dirjen Bimas Katolik Eus Binsasi dalam rangka kesuksesan Pesta Emas SMP Lerek dan Gereja Atawolo.

Tetapi ide besar itu dan oleh berbagai kesibukan tertunda. Meskipun sudah dilansirkan dalam misa penutupan panitia Pesta Emas P. Niko pada tahun 2012 di rumah Bapa Boli Rebong, tetapi perwujudannya menunggu hampir 3 tahun lamanya.

Waktu yang tertunda lama,  tidak dilihat sebagai molor tetapi mencari momen yang pas. Yang ada dalam benak adalah bagaimana menyatukan semua warga paroki Lerek dalam wadah yang lebih formal. Dengan wadah itu, kegiatan lebih memiliki hubungan secara eksternal dan dapat memperoleh dukungan yang lebih baik lagi.

KOKER NIKO BEEKER

Perjalanan kepanitian sebelumnya telah memiliki arah yang jelas. Dengan menyelenggarakan kegiatan, panitia sudah memiliki target bahwa perlu penghematan dan harus dialokasikan untuk kegiatan jangka panjang. Dengan berprinsip bahwa kepercayaan adalah hal utama. Setiap pengumpulan dana harus dipertangugungjawaban secara transparan. Lebih lagi, dana itu tidak bisa dihabiskan tetapi perlu diadakan penghematan demi tujuan yang lebih berdurasi jangka panjang.yayasan-koker-pilihanTogether stronger, bersama-sama kita lebih kuat. Itulah tekad putera puteri paroki Lerek membangun dari keterbatasan demi melampaui batas.

Sebagai contoh, dari dua kegiatan besar, yakni perayaan Emas P. Nicholas Strawn SVD dan Emas SMP Lerek, terdapat sisa dana Rp Rp 25.000.000. Dana itu meskipun sudah memenuhi batas minimal Yayasan yakni Rp 10.000.000, tetapi anggota Yayasan tidak berhenti. Dengan tekad dan ketulusan maka dari anggota yang ada berhasil terkumpul lagi Rp 25.000.000 sehingga dana awal Yayasan mencacapi Rp 50.000.000.yayasan-koker-pilihan2

Adapun kontribusi awal dalam pembentukan Yayasan KOKER NIKO BEEKER seperti berikut: (Selanjutnya, untuk menghidupi Yayasan KOKER NIKO BEEKER, seluruh anggota Yayasan akan berkontribusi bulanan sesanggupnya). Inilah pikiran awal yang ditanamkan dalam Koker Niko Beeker. Di Koker kita mau berbakti dan mengabdi dan bukan untuk cari makan, demikian pesan dari Pembina Bernardus Boli Rebong.

Dengan modal itu dan setelah mengadakan pendekatan dengan beberapa notaris, akhirnya pada akhirnya pilihan jatuh ke Ibu Lois Hutauruk, notaris yang bertempat di Jl. Waru 15 Rawamangun.yayasan-niko-beeker-svd2Darah emas Pater Beeker kini hadir secara nyata melalui pendidikan dan pembangunan Lembata. Dari Lembata kita ke luar. Dari lewopanah berpikir dan bertindak untuk lewotanah.

Di hadapan notaris, hadir pengurus inti untuk mensyahkan Yayasan: Wilem Lojor, Robert Bala, Damianus Dai Koban, Nikolas Hukulima, Kristina Tere Pukay, Agnes Kenupang Luon (absen) dan Fransiskus Wata Namang mewakili semua pengurus yang lain untuk melegitimasi berdirinya Yayasan KOKER NIKO BEEKER. Menarik bahwa semua yang hadir mewakili 1 kampun dari Paroki Lerek, minus Lamanuna, berhubung Yanto Nunang saat itu tidak bisa hadir.koker-niko-beeker4

Niko Hukulima, sekretaris Yayasan KOKER NIKO BEEKER. Ingin memberdayakan dari keikhlasan dan ketulusan.

Kepastian pendirian Yayasan bisa terselenggara atas keyakiann bahwa Bunda Maria, Ina Maria sudah ‘lik lapak tite weolehe’. Bunda Maria telah melindungi. Rencana dari awalnya adalah pada bulan Oktober 2016 Yayasan Koker harus berdiri. Ternyata apa yang dikehendak memang datang dari Tuhan melalui Bunda Maria.yayasan-niko-beeker-svd1

“Excellent idea I never heard” (pikiran cemerlang yang saya belum pernah dengar) demikian komentar Pater Niko 10 menit sebelum diresmikannya Yayasan KOKER NIKO BEEKER.

Di penghujung bulan Maria, dengan berbagai kesibukan, tetapi pada saat yang tepat, semua anggota hadir dan mendeklarasikan berdirinya Yayasan dengan nama lengkap KOKER NIKO BEEKER. Awalnya Yayasan ini hanya bernama KOKER, tetapi mengingat sudah didaftar sebelumnya dinotaris lain dan masih tercatat secara online, maka tidak bisa digunakan nama tersebut. Tanpa pantang menyerah, nama yang lebih enak didengar diajukan sebagai alternatif. Maka lahirlah Yayasan KOKER NIKO BEEKER.koker-niko-beeker2Tugas saya hanyalah mewadahi agar lebih banyak orang berpartisipasi dalam Yayasan KOKER NIKO BEEKER (Robert Bala)

Nama ini sangat kental dengan budaya. Koker adalah tempat keramat, melaluinya tiap suku meletakkan benda-benda pusaka terutama peralatan kerja yang digunakan. Koker menjadi tempat sakti karena dianggap keramat. Tetapi di sana kita menjadi sadar bahwa kesaktian seseorang tidak ditentukan oleh apa yang dimiliki tetapi terutama dengan apa yang dikerjakan.koker12

Yang bisa kita buat adalah menggunakan pena dan sarung tinju. Mari bersama-sama membangun secara tulus (Wilem Lojor), Tanda tangan disaksikan Ketua Yayasan Robert Bala dan Pengawas Yayasan Fransiskus Wata Namang

KOKER kemudian hadir secara sponta untuk mengaitkan dua tokoh yang sangat berpengaruh di paroki Lerek: Pater Nicholas Strawn SVD yang biasa dipanggil Pater Niko dan Pater Conrardus Hendricus Beeker, SVD atau tua Beeker. Keduanya telah memeteraikan nama paroki Lerek secara khusus baik melalui karya dan gebrakan maupun melalui kesaksian hidupnya.koker-lewoleba23 koker-lewoleba24

Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk, menandatangani dukungan berdirinya SMK Olahrarga San Bernardino di depan massa yang menghadiri eksibisi dan orientasi tinju profesional bersama Chris John, Lewoleba, 19 Desember 2016.

Dua hal ini kalau disatukan akan menghasilkan pribadi cemerlang dan karya luar biasa. Jadilah kedua nama ini disatukan sebagai KOKER NIKO BEEKER yang diabdikan sebagai nama Yayasan yang lahir pada tanggal 31 Oktober 2016 ini.

BERSAMA KITA BISA

Menelusuri sepak terjang perjuangan, yang dimiliki oleh pengurus Yayasan KOKER NIKO BEEKER hanyalah kerja sama. Hal itu tanpa disadari tercermin dalam kehadiran perwakilan tiap kampung dalam pendirian Yayasan ini. Tidak ada disain sebelumnya agar harus mewakilkan tiap orang dari tiap kampung. Yang ada kerja tulus dan justeru yang terkumpul adalah orang yang mewakili kampung berbeda dari Paroki Lerek.notaris-koker-niko-beekerSemua yang bergabung dalam Yayasan meyakini bahwa kerja besar bisa dilakukan hanya dengan persatuan. Dengan bermodalkan kerjasama, yang berat jadi ringan. Lebih lagi karena tiap orang dengan talenta berbeda akan sangat memudahkan sebuah kerja yang sulit menjadi baik dan tercapai.niko-beeker-svd

KOKER (NIKO BEEKER) adalah tempat penuh inspirasi. Ketika kita bersama, rasa takut akan hilang.

Tetapi kerjasama di atas bukan sekedar ada bersama atau sekedar kumpul. Yayasan KOKER NIKO BEEKER memiliki tekad untuk menjadikan kewirausahaan sebagai senjata dalam mencapai tujuan. Semua anggota Yayasan perlu memikirkan kerja kreatif dan cerdas yang bisa menghidupi diri dan memberdayakan orang lain.

thomas-ataladjarlame-lusi-lakoThomas Ataladjar, inspirator dan penggagas. Sebelum KOKER NIKO BEEKER lahir, Ataladjar sudah melahirkan KOKER sebagai penerbit buku LAME LUSI LAKO. Thomas ‘melahirkan sebelum lahir’. LAME LUSI LAKO diterbitkan Penerbit KOKER NIKO BEEKER

Di sinilah KOKER NIKO BEEKER akan menjadi pioner dalam kerja kreatif. Ide cemerlang dimulai dengan membuka relasi. Yayasan KOKER NIKO BEEKER karena tidak menjadi badan yang meminta-minta bantuan. Tetapi bermodalkan tekad dan pikiran kreatif ingin membuka peluang usaha untuk menghidupi diri sendiri untuk mencapai hal yang lebih besar.yayasan-niko-bekerAda banyak ide kreatif yang ke depan akan diwujudkan. Hal itu dimulai membina kerjasama dengan super market besar seperti Giant dan Carrefour untuk menjadi mitra. Di satu pihak usaha besar itu menyalurkan Coorporation Social Responsibility tetapi juga skeolah mempraktikkan usaha wirausaha untuk memampukan diri bekerja dengan usaha sendiri.

SMK San Bernardino

Target jangka pendek yang dicapai adalah mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan SMK Olahraga San Bernardino. Sekolah ini selanjutnya disingkat SMKA Atlit Bernardino Cemerlang (SMK ABC) yang bertujuan menyiapkan generasi khusus dalam bidang olahraga dengan perhatian khusus pada atletik (lari , lompat, dan lempar).smk-san-bernardino1koker-lewoleba2koker-lewoleba41

Yayasan KOKER NIKO BEEKER cabang Lewoleba siap menjadi pioner di lapangan: Yosef C Pati Copertino (Ketua), Simeon Raja Koban (Wakil), Marsel Lidun Tolok (Sekretaris), Tekla Bola Pukay (Bendahara),  Anggota: Anton Ata Tolok, Bernardus Baha Lajar, Yohanes Bagur, Aloysius Nedabang, dan Karel Tue Ledjab (Pengawas).

Nama ini adalah tanda. San Bernardino hadir di tengah crisis biara di perancis. Saat biara sudah tutup, ia bertekad masuk dan membaharui biara itu. Ia membawa seluruh anggota keluarga. Ia meykinkan mereka untuk masuh dan membaharui biara dan hal itu terwujud. Dalam waktu dekat dedikasi seluruh kakak-beradik, termasuk sang ayah dan adik ipar, mereka semuanya masuk biara.bernardus-boli-rebong1“Yang saya buat hanyalah untuk bayar hutang. Banyak orang yang telah mengambil bagian dalam sejarah hidup saya. Setelah bangun gereja fisik, kita bangun gereja Umat Allah melalui pendidikan dan karya sosial” (Bernard Boli Rebong).

Semangat mengumpulkan dan ingin bekerjasama ini hadir juga dalam diri Bapak Bernardus Boli Rebong. Tahun 2010, hanya dengan tekad membuat sesuatu di kampung halaman, Lewokukung, maka dalam waktu kurang dari 1 tahun, berdirilah Gereja Lewokurang.koker-niko-beeker7Boli Rebong jadi inspirasi membangun dari kekuatan sendiri.

Dua tahun kemudian, tekad yang sama tercetus untuk mendirikan juga gereja Atawolo. Dalam waktu 3 tahun, Boli berkunjung ke semua wilayah di Indonesia tempat orang Atawolo ada: Lewoleba, Larantuka, Hokeng, Mbai, Kalimantan, Jakarta, sekedar menyebut beberapa nama. Ia kumpulkan mereka dan sebuah gereja mewah dibangun di Atawolo.koker-niko-beeker11Thomas Ataladjar, Bernardus Boli Rebong, dan Robert Bala, berdialog dengan Dr Hamid Muhammad, Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikand an Kebudayaan Republik Indonesia. 

Ini adalah bukti persatuan dan kesatuan. Inspirasi itu telah mendorong bahwa ke depan, banyak karya besar bisa kita buat asalkan saja hanya satu: BERSATU. Sebagia San Bernardino dan Bernardus Boli Rebong, demikian persatuan itu harus kuat. Dengan bersatu kita akan berjuang bersama mencapai sesuatu yang sangat mulia dan agung.koker-niko-beeker6Kita lanjutkan karya pendahulu. Mereka membuka jalan, kita meneruskannya. Mengutip kata-kata Bung Karno, lebih mudah membuka tetapi kalian akan hadapi jalan terjal meneruskan dan menghidupkan dalam kebersamaan.

SMK Olahraga selanjutnya tidak bisa berjalan hanya mengandalkan pemikir jauh di lewopanah. Karena itu, di Lewoleba telah terbentuk pengurus harian Yayasan yang akan melaksanakan tugas harian. Selanjutnya mereka yang menjadi ujung tombak pelaksayaan Yayasan di Lapangan. Beberapa orang telah menyatakan untuk bergabung: Yoseph C Pati Lajar, Marsel Lidun Tolok, Simeon Raja Koban, Karel Tue Ledjab, Aloysius Nedabang, Antonis Ata Tolok, Bernardus Baha Lajar, Yohanes Bagur

BERBUDAYA, BERSATU, DAN BERWIRAUSAHA

Yayasan Koker Niko Beeker berpijak pada tiga nilai penting. Nilai budaya sebagaimana terlihat dalam nama KOKER (rumah adat), Nilai persatuan yang diturunkan oleh Pater Niko dan Nilai Kewirausahaan dari Pater Beeker. tiga-nilai-kokerDari tiga nilai ini maka diwujudkan visi Yayasan Koker Niko Beeker sebagai berikut: MENJADI LEMBAGA SOSIAL BUDAYA YANG BERAKAR PADA NILAI-NILAI LOKAL DENGAN MEMBANGUN KEBERSAMAAN UNTUK MENCAPAI KEMANDIRIAN. Artinya lembaga ini berkomitmen mengembangkan nilai-nilai lokal yang kian tergerus. Selanjutnya mengupayakan kerjasama semua elemen baik secara internal (lingkup Paroki Lerek) maupun ekseternal dengan lembaga pemerintah dan non pemerintah untuk mencapai kemajuan bersama.

Pada 26 Desember, Yayasan KOKER menyerahkan doa dan ujut untuk leluhur di Rumah Adat KOKER LEWOGUNA LEREK. yayasan-koker010yayasan-koker011

Visi dan Misi itu terungkap secara jelas melalui logo yayasan yang diciptakan oleh Carel Use Bataona. logo-koker02Ada tiga elemen penting dalam logo: Gambar tangan (dua tangan) satu dari atas dan bawah gambaran persatuan dan juga saling memberi dan menerima. Ketika yang berkelebihan memberi dan yang menerima memberi juga dalam kesederhanaan maka terciptalah kehidupan yang aman dan damai. Burung merpati terang roh Kudus yang menguatkan dan memersatukan. Dengan warna merah menunjukkan keberanian.

Ketiga simbol itu membentuk huruf “K” yang artinya Koker Niko Beeker. Huruf K berwarna hijau yang menandakan pertumbuhan dan perkembangan. Dengan bertumbuh bersama, kita mencapai kemakmuran bersama pula.

Dari K (Koker) selanjutnya dihasilkan 5 nilai yang diperjuangkan dan dihidupi bersama yakni: visi-misi-koker-niko-beeker1
koker-6-copySementara SMK San Bernardino merupakan salah satu wujud misi yakni bidang pendidikan dan kebudayaan. Dengan berbekal pada pengalaman pembinaan atlit, Yayasan KOKER NIKO BEEKER menekankan pada penciptaan prestasi yang didukung oleh usaha kewirausahaan.

SMK San Bernardino yang akan dibuka pada tahun ajaran 2017, memiliki visi: MENJADI LEMBAGA PENDIDIKAN YANG MENGHASILKAN ‘ATLIT’, BERPRESTASI, CERDAS, DIJIWAI ENTERPRENUERSHIP.

ATLIT : Yang dimaksud dengan atlit adalah sikap dan perilaku. Seorang atlit dikenal dengan sikap selalu berjuang dan selalu bangun setiap kali jatuh. Harus ada sikap sportif.

BERPRESTASI: Setiap orang harus menggantungkan setinggi langit cita-citanya. Setiap orang harus memasang target. Setiap awal tahun harus ada resolusi untuk mencapai sesuatu.

CERDAS: Seorang atlit adalah orang yang punya kecerdasan. Dengan kecerdasan itu seseorang bisa membangun relasi dengan orang lain.

DIJIWAI: sebuah ekspresi sikap yang jujur dari dalam dari jiwa. Seorang harus menghidupi apa yang dia sampaikan dan menyampaikan apa yang dibuat. Itulah nilai Koker yang ada dalam diri setiap orang.

ENTERPRENUERSHIP: Adalah semangat kewirausahaan. Setiap orang harus berjuang menopang hidup dengan usaha kreatif. Komunitas Yayasan KOKER NIKO BEEKER harus berjuang menopang hidup dengan kerja kreatif.

SMK Olahraga San Bernardino telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah (Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk, praktisi olahraga seperti Chris John (petinju dunia), Eduardus Nabunome (pelari internasional p;emecah 20 rekor) dan Manahan Situmorang (Ketua Asosiasi Tinju Indonesia). 20161218_111240-1

Dukungan penjabat bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk. “Tahun 2017, SMK SAn Bernardino harus mulai menerima siswa baru”, kata Petrus Manuk.

yayasan-koker018yayasan-koker017Dukungan dari Chris John, petinju juara dunia.

gerie-gelekat5Dukungan dari pemecah 20 rekor nasional dan internasional, Eduardus Nabunome. Foto bersama pengawas KOKER NIKO BEEKER, Ama Frans Wata Namang

PENGURUS YAYASAN KOKER NIKO BEEKER
Setelah melewati proses kesepakatan, ditetapkan Dewan Pengurus Yayasan Koker sebagai berikut:

 PENASIHAT

P. Yoseph Tote Tolok OFM

PEMBINA

Bernardus Boli Rebong
Wilem Lojor
Thomas Ataladjar
Yohanes Rukep Keraf
Paulus Doni Ruing
Alex Ata Ladjar
Goris Ladjar
Marck Coenders (cucu Pater Beeker di Belanda)
Rosmary and Tom (USA, Keponakan Pater Niko Strawn SVD)

PENGURUS YAYASAN

Ketua                     : Robertus Bala
Wakil                     : Damianus Dai Koban
Sekretaris 1           : Nikolaus Hukulima
Sekretaris 2          : Yohanes Arakian Nuban
Bendahara 1         : Kristina Tere Pukay
Bendahara 2         : Agnes Kenupang Luon

PENGAWAS

Fransiskus Wata Namang
Damianus Lewar Koban
Cyprianus Ata Wator

ANGGOTA YAYASAN

(1) Matheus Ledjab (Jakarta)
(2) Yoseph Huba Banin (Jakarta)
(3) Felix Nunang (Jakarta)
(4) Yohanes Luhi Ladjar (Jakarta)
(5) Ani Nuban (Singapura)
(6) Kandidus Latan Tolok (Maumere)
(7) Patris Patal Wutun (Kalimantan)
(8) Blasius Ledjab (Jakarta)
(9) Marni Karang (Singapura)
(10) Karel Use Bataona (Jakarta)
(11) Yoseph Luon (Jakarta / Palembang)
(12) Andreas Muhu Pukay (Lampung /Sumatera)
(13) Agustinus Gereda Tukan (Papua)
(14) Yohanes Pera (Kalimantan)

(15) Yosefina R Tuto Layar (Onci Lajar, Kupang)
(16) Petrus Bala Bean (Malaysia)
(17) Alexander Aur Apelaby (Jakarta)

YAYASAN KOKER NIKO BEEKER (CABANG LEWOLEBA)

Penasihat : Antonius Dolet Tolok, Andreas Patal Tolok, Alfonsus Kia Namang

PENGURUS HARIAN YAYASAN (LEWOLEBA)

Ketua             : Yoseph C Pati Ladjar
Wakil             : Simeon Raja Koban
Sekretaris     : Marsel Lidun Tolok
Bendahara    : Tekla Bola Pukay
Anggota        : Theodorus Laba Kolin
Anggota        : Aloysius Nedabang
Anggota         : Anton Ata Tolok
Anggota         : Yohanes Bagur
Anggota         : Bernarus Baha Lajar
Anggota         : Wilhelmus Warat Watun
Anggota         : Ignasius Pana Witin
Anggota         : Petrus Boli
Anggota : Gabriel Pito Tukan
Anggota         : Alexander Bala Tolok
Pengawas      : Karel Tue Lejab