Lambung ‘Tertusuk’

LAMBUNG TERTUSUK*)

Demi yakin yang bimbang,

Agar Otak turun ke hati,

Supaya angkuh jadi ikhlas

Kau biar lambung ditusuk Longginus**

dan dibuka luka oleh jari bimbang  Thomas

Kau lepas tubuh ditembuh perih

Kau rela tangan menjamah luka

Kini hadir, beda rupa

Di tabung bisu kau tunjuk lambung luka,

Memanggil sang congkak ‘tuk belajar

Buat yakin aneka tanya

Agar otak berusa hati

Demi ikhlas terwujud sudah

Kini usai dijamah,

Kuingin lambung jadi tanda

Buat retas laku baru

Kau Diego, rupa Tuhan

Jadi tandai mulai yang baru

Demi hidup jadi bermakna

Menata hidup jadi berkat

Gereja Sta. Laurentia, 01 Agustus 2010.


*) Pagi ini, saya ke ‘gereja’ (padahal saya adalah orang yang tidak ‘sefanatik’ dulu. Kalau ‘butuh’ saya ke Gereja. Kalau tidak, biasanya ada banyak alasan untuk menutup kemalasan ke Gereja. Hari ini penting. Saya harus ‘bernyukur’ kepada Tuhan dan berdoa karena sudah hari keempat, atau kelima sejak lahir, anakku belum bisa ‘meneguk’ minuman. Ada selang yang mengarah langsung ke lambungnya agar bisa ‘dipompa’ ASI. Sudah dicoba, tetapi lambungnya belum siap, demikian kata dokter.
Hati saya mulai ‘dug-dag-dug’. Kehidupan hanya bisa bertahan bila ada asupan makanan. Memang lewat ‘infus’ bisa, tetapi itu hanya bantuan luar. Mesti ada sesuatu dari dalam sendiri, yakni ASI.
Pengalaman tentang ‘lambung’ belum siap itu begitu jelas mewarnai doa-doa saya di Gereja, St. Laurentia. “Tuhan, sembuhkanlah lambung anakku agar bisa menerima ASI lewat slang’. Demikian kira-kira doa saya. Tiba-tiba saya teringat akan peristiwa Lambung Yesus ditusuk tombak. Hal itu mengeluarkan air dan darah.

**) Longginus, seorang prajurit menikam lambung Yesus dengan tombak yang gambarnya seperti tertera berikut ini. Panjangnya 50,7 cm. Tombak itu patah menjadi dua dan kemudian disatukan dengan paku, yang bukan sembarangan, karena ia adalah Paku yang digunakan untuk menyalibkan Yesus.Raja KARL IV membungkus tombak itu dan ia menulis di atasnya: “LANCEA ET CLAVUS DOMINI” (Tombak dan Paku Tuhan”.

Bekas luka dari ‘tombakan’ Longginus masih dibiarkan ‘menganga’ meski Yesus sudah bankit. Ia adalah tanda bahwa ‘tikaman’ manusia tidak menjadi akhir segalanya. Bahkan ia tunjukkan bekas luka itu kepada Thomas. Thomas yang bimbang diberi memasukkan jarinya ke dalam luka supaya percaya bahwa derita tidak mengakhiri segalanya.

spear of destiny


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s