Menunggu

MENUNGGU*)

Detik,

Sepintas terlalu cepat,

biasanya begitu

Ia boros, bagai tak bermakna

Tapi detik yang ini lain,

Detik bedetak terhitung kuat

Ia adalah hitungan berkat

Ia ungkapan syukur

Ia ekspresi bahagia

Makanya,

Ia diucap sadar

Kata begitu bermakna

Membentuk syair indah terucap bisu

Ungkapan bangga campur haru

Di sini,

Kutunggu disapa,

Jadi lengkap sebuah titel

Menyapa anak dari hati

Mendengar tersapa ayah dari relung

Oh,

Bahagia hidup,

Hanya itu kataku tulus

RS Global Media 28 Juli 2010-07-28

*) Ini yang namanya menanti dan menunggu. Baru beberapa menit, tetapi terasa terlalu lama. Semua pertanyaan muncul secara bersamaan, dan tidak ada waktu untuk menjawabnya. Yang kutunggu, banyak hal: kehidupan. Dari kehidupan itu, seluruh hidupku sebagai ayah terjawab. Akankah kerinduan ini terwujud?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s