Lintas Kasih

LINTAS KASIH

(Untuk Ibu Dina)

Lewat dunia maya

Yang katanya dipenuhi kibul dan tipu

Buat transaksi haram

Agar kaya diraih semalam


Tapi ini kasih polos

Tanpa curiga menawar cinta

Memerah diri keluar hidup

Demi kasih yang tak dikenal


Kau Diego, syukurmu pada Bunda Dina

Sama “di” pada namamu bukan kebetulan

Karena asal dari “Yang Di sana”

Pemberi hidup secara gratis


Syukur harus dibias utuh

Buat sesama yang cinta tanpa tanya

Buat kau mesti ikhlas beri Cuma-cuma

Seperti gratis kau terima


Ini cinta dunia maya

Jadi alat pembagi kasih

Untuk hidup sesama sejagat

Tanpa tanya tanpa tuntut

*) Pagi ini saya dapat SMS dari seorang Ibu (sebut saja namanya Dina). Ia membaca permintaan saya lewat internet tentang dibutuhkannya tambahan ASI.
Sungguh luar biasa. Dengan segala kepolosan tanpa curiga apa pun, Ibu Dina menawarkan ASI yang sudah ia simpan di kantor. Hari ini juga, jam 5, sebelum pulang kantor, sang ibu pendonor siap memberikan ASI untuk anakku.
Betapa luar biasa cinta yang lintas segalanya. Tanpa kutahu perbedaan yang ada antara kami (dan tidak perlu mengetahuinya), ia mengatasi segalanya dengan menawarkan ASI. Kelak anakku harus tahu, betapa cinta melintas segalanya: agama, suku bangsa, adat istiadat, dan lain-lain.
Kukirim puisi ini untuk ibu Dina, terimakasih atas korban tanpa tanya. Semoga PEMILIK KASIh memberikan anugera berlimpah untukmu dan anakmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s