Balada “Cinta Beracun’

BALADA ‘CINTA BERACUN’*)

Robert Bala

Balada negeri terhina,

punya pemimpin,

hanya demi ‘damai’, gadai kedaulatan

biarkan diri tersobek, demi ‘diplomasi’

Balada negeri terkoyak,

demi ‘berdamai saja’

barter pejuang dengan maling

demi aman (katanya) di bulan ramadhan

Balada negeri rapuh,

kobar cinta, selevel agape

serukan korban pada rakyat

tapi korupsi gerogot rapih

tinggalkan duka tuk negeri malang

Balada negeri maut

umbar bela Ibu Pertiwi

tapi yang cadangan*) dibiar sendiri

jemput peluru dengan dada polos

sementara ‘arsenal’ dibiar aman

kindungi koruptor biar tak ‘terjamah’

Tapi, rakyat di negeri duka,

tidak sepicik ‘sang cinta erotis’

punya nyali bertarung ikhlas

tunjuk dada, polos telanjang

jemput mati kiriman peluru

demi diri berharga utuh

Oh, negeriku,

Meski reot rumah negeri,

Tapi kau titip niat di dada yang muda

Untuk rakit satukan  tekad,

siap raih ‘Tanung Harapan’

dalam belajar, senjata ampuh

agar kelak,

kau bungkamkan si angkuh

Jakarta,  20 Agustus 2010.


*)

Puisi ini dibuat untuk tiga pengawas Sumber Daya Kelautan: Asriadi (40 tahun), Erwan (37 tahun), Seivo Grevo Wewengkan (26 tahun) karena mereka menangkap pencuri / maling ikan di perairan Indonesia mereka ditangkap dan diborgol. Ketiganya adalah simbol rakyat yang demi harga diri bangsa, mereka berani bertarung dengan musuh.
Puisi ini muncul saat saya sendang menyiapkan bahan pelajaran tentang ‘bela negara’. Ada pengalaman indah, inspiratif yang muncul. Saya coba buatkan puisi juga untuk murid-muridku di SEKOLAH TUNAS INDONESIA.
siswa-siswi kelas 9 Sekolah Tunas Indonesia.
Keterangan:
1. ‘cinta beracun’ tidak ada kaitannya dengan ‘keong racun’ tetapi lebih mengarah kepada umbar cinta dari mereka yang memimpin negeri ini, tetapi dalam kenyataannya merusak negeri ini karena apa yang disampaikan tidak sesuai dengan apa yang dibuat..
2. ‘erotis’ adalah jenis cinta yang hanya mengumbar janji manis, tetapi palsu belaka.
3. ‘agape’ adalah jenis yang paling tinggi karena rela mengorbankan diri demi orang yang dicintai.
4. ‘cadangan’, yang dimaksudkan adalah komponen cadangan., Hal itu untuk membedakannya dengan dua komponen lainnya: komponen utama dan komponen pendukung. Negara semestinya ‘berani’ melawan, dengan mengirim komponen utama yakni TNI, tetapi justru mereka yang hanya komponen cadangan, harus berhadapan dengan ‘komponen utama’ Malaysia.
5. ‘arsenal’ : gudang senjata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s